Penjelasan Teori Permintaan Uang Menurut Keynes

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu ekonomi terdapat berbagai teori yang perlu dipelajari. Salah satunya adalah teori permintaan uang menurut Keynes. Teori ini berkaitan dengan keinginan masyarakat untuk memegang atau meminta uang.
Orang yang menyatakan teori itu sendiri bernama John Maynard Keynes. Ekonom yang berasal dari Inggris ini telah berjasa di bidang ekonomi karena beragam hal. Misalnya adalah pengubahan praktik ekonomi makro dan pernyataannya akan permintaan uang ini.
Teori Permintaan Uang Menurut Keynes
Menurut buku Ekonomi Makro Islam, Nurul Huda (2018: 83), teori permintaan uang menurut Keynes pada umumnya menerangkan tiga hal utama, yaitu.
Tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta (menggunakan uang)
Faktor-faktor yang menentukan tingkat bunga
Efek perubahan penawaran uang terhadap kegiatan ekonomi negara
Masih dalam buku yang sama hingga halaman 84 dijelaskan bahwa terkait dengan tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta (memegang uang), maka ada 3 motif utama, yaitu.
1. Motif Transaksi
Motif ini timbul karena uang digunakan untuk melakukan pembayaran secara reguler terhadap transaksi yang dilakukan.
2. Motif Berjaga-jaga
Selain untuk membiayai transaksi, maka uang diminta pula oleh masyarakat untuk keperluan di masa yang akan datang (berjaga-jaga)
3. Motif Spekulasi
Suatu sistem ekonomi modern mendorong masyarakatnya untuk menggunakan uangnya bagi kegiatan spekulasi, yaitu disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga.
Baca juga: Mengapa Studi Ekonomi Penting bagi Masyarakat? Ini Jawaban yang Tepat
Perbedaan Teori Permintaan Uang Keynes dan Klasik
Dalam teorinya, Keynes percaya bahwa sistem kapitalisme dalam perekonomian baik untuk diterapkan. Bagaimanapun juga, masyarakat tetap perlu bantuan pemerintah saat perekonomian sedang lesu agar bisnis tetap bisa berjalan.
Perbedaan teori Keynes dengan mazhab klasik yang muncul sebelumnya adalah pada bantuan pemerintah itu sendiri. Jadi mazhab klasik percaya bahwa masyarakat tak memerlukan campur tangan pemerintah meskipun perekonomian sedang lesu. Masalah pun akan selesai dengan sendirinya.
Selain itu, teori Keynes menggunakan pendekatan ekonomi makro dan menganggap bahwa permintaan uang lebih penting. Namun mazhab klasik menggunakan pendekatan ekonomi mikro dan berlaku hukum penawaran.
Itulah penjelasan teori permintaan uang keynes secara singkat dan peredaannya dengan mazhab klasik. Teori ini dapat ditemukan di berbagai buku maupun jurnal ekonomi dengan mudah. (LOV)
