Penyebab dan Cara Menghilangkan Cegukan Membandel

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cegukan adalah hal yang wajar terjadi, namun saat sudah terasa berlebihan pasti Anda akan mencari cara menghilangkan cegukan membandel tersebut, kan?
Cegukan yang membandel memang membuat Anda merasa tidak nyaman, dan bisa menyebabkan munculnya beberapa hal lain, seperti sulit mengonsuumsi makanan, susah tidur, dan lain-lain.
Penyebab dan Cara Menghilangkan Cegukan Membandel
Cegukan atau singultus adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ tanpa disengaja. Cegukan dapat terjadi selama beberapa detik atau menit (sementara) hingga lebih dari 48 jam (berkepanjangan).
Melansir dari situs resmi alodokter, cegukan terjadi ketika otot yang memisahkan perut dan dada (diafragma) berkontraksi tanpa disengaja. Cegukan juga cukup sering terjadi pada bayi. Beberapa studi menunjukkan bahwa cegukan pada bayi mungkin merupakan hal yang normal dan bagian dari proses tumbuh kembangnya.
Saat menarik napas, otot diafragma akan turun (kontraksi) dan akan naik kembali (relaksasi) saat kita menghembuskan napas. Dalam cegukan, otot diafragma akan berkontraksi secara tiba-tiba, dan menyebabkan udara terlalu cepat masuk ke dalam paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan menutup dan menimbulkan suara ‘hik’.
Cegukan yang bersifat sementara dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti makanan pedas, minuman berkarbonasi dan beralkohol, mengunyah atau mengisap permen, merokok, serta makan terlalu banyak atau terlalu cepat. Selain itu, perubahan suhu secara tiba-tiba, sedang merasa gugup, terlalu bersemangat, atau stres juga dapat memicu cegukan yang bersifat sementara.
Sementara, untuk cegukan yang membandel dapat dipicu oleh:
Gangguan sistem pencernaan, seperti gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kanker pankreas, kanker lambung, penyakit radang usus, penyumbatan usus, atau radang hati.
Gangguan saraf, misalnya akibat peradangan saluran napas, dan tumbuh tumor atau kista di leher.
Gangguan pada otak, seperti stroke perdarahan, radang dan infeksi otak, tumor otak, multiple sclerosis, dan hidrosefalus.
Gangguan di rongga dada, misalnya pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, asma, cedera pada dada, dan emboli paru.
Gangguan jantung, contohnya serangan jantung dan peradangan selaput jantung.
Gangguan mental, misalnya anoreksia dan skizofrenia.
Cara Menghilangkan Cegukan Membandel
Beberapa cara dapat dilakukan untuk menghilangkan cegukan yang membandel secara lebih cepat, seperti:
Mengonsumsi air hangat dan madu
Berkumur
Menahan napas
Mengambil napas dalam
Bernapas menggunakan kantong kertas
Mengonsumsi jahe segar
Mengisap potongan lemon
Jika ternyata cegukan berlangsung lama atau disebabkan oleh suatu penyakit, maka perlu penanganan yang lebih jauh. Penanganan untuk cegukan berkepanjangan dapat dilakukan melalui pemberian obat chlorpromazine, metoclopramide, baclofen, gabapentin, atau scopolamine untuk menenangkan diafragma.
Jika pemberian obat di atas belum dapat mengatasi cegukan, maka dokter akan menyuntikkan obat bius langsung ke saraf yang mengendalikan kontraksi diafragma. (DNR)
