Penyebab Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda

Konten dari Pengguna
10 Februari 2022 15:33
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh apa? sumber foto: (Aditya Anggara) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh apa? sumber foto: (Aditya Anggara) by Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh apa? Untuk membahas sejarah tersebut, mari kita mulai dari era pascakemerdekaan.
ADVERTISEMENT
Sesudah Indonesia merdeka, kondisi pemerintahan masih belum kondusif karena pembangunan di segala bidang masih sulit dikembangkan. Hal ini berdampak pada kesejahteraan rakyat yang masih sulit terjamin.
Bukan hanya itu, pembangunan di Pulau Jawa yang menjadi pusat pemerintahan telah menimbulkan kecemburuan bagi masyarakat yang tinggal di pulau lain. Hal ini karena kesenjangan di segala bidang sangat tampak, sehingga memicu timbulnya sentimen publik, utamanya dari rakyat Sulawesi dan Sumatera yang merasa "diabaikan" oleh pemerintah pusat.
Ketidakpuasan terhadap perlakuan dan kinerja pemerintah pusat mendorong terbentuknya sejumlah dewan, yakni Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda.

Penyebab Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda

Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda
zoom-in-whitePerbesar
Munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda
Mengutip buku Pemberontakan Tak (Selalu) Salah oleh Matanasi & Hartanto (2009), setiap dewan dipimpin oleh perwira menengah yang membawahi komando militer di daerah-daerah tempat dewan tersebut muncul.
ADVERTISEMENT
1. Dewan Banteng
Usai Indonesia merdeka, kondisi para prajurit yang pernah bertempur dan bertaruh nyawa memperjuangkan kemerdekaan sangat memprihatinkan. Kondisi masyarakat secara umum juga jauh dari kesejahteraan.
Kondisi ini memicu terbentuknya Dewan Banteng di Sumatera Barat. Dewan Banteng menuntut empat hal, yakni sebagai berikut:
• Dihapuskannya segera sistem sentralisme yang dalam kenyataannya mengakibatkan birokrasi yang tidak sehat dan juga menjadi pokok pangkal dari korupsi, stagnasi pembangunan daerah, hilangnya inisiatif dan kegiatan daerah serta kontrol.
• Pemberian serta pengisian otonomi luas bagi daerah-daerah dalam rangka pelaksanaan sistem pemerintahan desentralisasi serta pemberian perimbangan keuangan antara pusat dan daerah yang wajar, layak, dan adil.
• Pembentukan kembali Komando Pertahanan Daerah dalam arti teritorial, operatif dan administratif yang sesuai dengan pembagian administratif dari Negara Republik Indonesia dewasa ini dan merupakan komando utama dalam Angkatan Darat.
ADVERTISEMENT
2. Dewan Gajah
Setelah Dewan Banteng terbentuk, kemudian disusul dengan pembentukan Dewan Gajah di Sumatera Utara pada 22 Desember 1956.
Pembentukan dewan ini juga dilandasi karena faktor yang sama dengan Dewan Banteng. Dewan Gajah digagas oleh Panglima Tentara dan Teritorium I/TTI Kolonel Maludin Simbolon. Adapun tuntutan yang diajukan oleh Dewan Gajah yaitu sebagai berikut:
• Otonomi daerah yang lebih besar
• Peningkatan kesejahteraan prajurit
• Penggantian para pejabat sipil dan militer pusat di Jakarta
3. Dewan Garuda
Dewan Garuda adalah dewan yang dibentuk pada Januari 1957 di Sumatera Selatan. Dewan ini dipimpin oleh Letkol Burlian.
Seperti halnya Dewan Banteng dan Dewan Gajah, Dewan Garuda juga memiliki tiga tuntutan. Tuntuan tersebut di antaranya sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
• Kerukunan kembali dwitunggal Soekarno-Hatta
• Pemerintah pusat memberi otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah Sumatera Selatan
• Aspirasi daerah dapat tersalurkan
Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa munculnya Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda disebabkan oleh ketidakpuasan masyarakat di Sumatera dan Sulawesi terhadap dana pembangunan dan kinerja pemerintah pusat.
(DLA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020