Konten dari Pengguna

Perbedaan Darah Istihadhah, Haid, dan Nifas

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Darah Istihadhah, Haid, dan Nifas, Foto: Dok. freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Darah Istihadhah, Haid, dan Nifas, Foto: Dok. freepik.com

Darah istihadhah, haid, dan nifas mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar, terutama bagi kaum wanita. Sebab ketiga jenis darah tersebut hanya dapat dikeluarkan oleh wanita. Berbagai jenis darah yang keluar dari bagian kewanitaan merupakan perkara yang sangat penting. Sebab dalam agama islam, umat muslim yang akan beribadah wajib dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun hadas besar.

Berbeda dengan darah yang disebabkan oleh luka, darah haid dan nifas jika keluar memiliki konsekuensi tertentu. Saat seorang wanita muslim mengeluarkan darah haid dan nifas, maka haram hukumnya untuk melaksanakan beberapa ibadah seperti sholat dan puasa. Sementara wanita yang mengeluarkan darah istihadhah masih diwajibkan untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa. Lalu apa saja perbedaan darah istihadhah, haid, dan juga nifas? Simak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan Darah Istihadhah, Haid, dan Nifas, Muslimah Wajib tahu!

Terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara darah haid, nifas, serta istihadha, berikut penjelasan singkatnya.

  1. Darah Haid Darah haid merupakan darah yang dikeluarkan oleh wanita setiap bulannya. Darah haid merupakan kodrat wanita yang telah mengalami pubertas atau baligh. Siklus menstruasi secara alami terjadi pada wanita sehat. Darah tersebut keluar dari area kewanitaan bukan karena penyakit atau pun kehamilan. Haid menurut etimologi dapat diartikan sebagai mengalir. Oleh karena itu, dapat dikatakan haid atau menstruasi jika darah haidnya mengalir. Siklus haid atau menstruasi pada setiap wanita berbeda. Begitu pula dengan batas minimal dan maksimal waktu keluarnya darah haid. Seorang wanita muslim yang siklus haidnya telah selesai wajib untuk mandi. Mandi haru segera dilaksanakan agar dapat melakukan ibadah wajib seperti sholat dan puasa.

  2. Darah Nifas Nifas merupakan darah yang dikeluarkan seorang wanita setelah persalinan. Menurut Zuhri dalam Buku Pintar Haid Problematika Wanita, nifas dapat diartikan sebagai darah yang keluar dari Rahim seorang wanita setelah selesai melahirkan, walaupun anak yang dilahirkan belum berwujud manusia atau masih berupa ‘alaqah (darah kental) atau mudghah (segumpal daging) (2010:51). Masa maksimal nifas adalah empat puluh sampai enam puluh hari. Sama dengan darah haid, seorang muslimah yang sedang mengelurkan nifas haram hukumnya untuk melaksanakan ibadah wajib.

  3. Darah Istihadhah Istihadhah merupakan darah yang keluar dari bagian kewanitaan karena suatu penyakit. Istihadhah keluar di luar masa nifas maupun masa haid. Berbeda dengan darah haid dan darah nifas, wanita muslim yang mengeluarkan istihadhah wajib untuk melaksanakan ibadah. Terdapat beberapa aturan bagi wanita yang sedang istihadhah, yakni wajib mandi saat darahnya berhenti, sebelum sholat melaksanakan wudhu, dan sebelum wudhu harus membasuh sebaguan tubuh yang terkena darah.

(RYFA)