Konten dari Pengguna

Perbedaan Fiksi dan Nonfiksi dalam Dunia Sastra

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan karya tulis fiksi dan nonfiksi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan karya tulis fiksi dan nonfiksi. Foto: Pexels

Fiksi dan nonfiksi merupakan jenis karya tulis yang paling umum ditemui dalam dunia sastra. Kendati demikian, kedua karya tulis ini memiliki sejumlah perbedaan dari definisi hingga contohnya.

Merujuk Grammarly, fiksi adalah karya tulis yang dibuat berdasarkan imajinasi atau khayalan penulis, sedangkan nonfiksi berarti karya tulis berisi fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk mengetahui perbedaan fiksi dan nonfiksi lebih lanjut, lengkap dengan beberapa contoh dari masing-masing karya tulis, simak terus uraian artikel berikut ini.

Apa Itu Fiksi?

Ilustrasi kumpulan karya tulis fiksi dan nonfiksi. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Teori Sastra karangan Salamah, M.Pd., fiksi adalah karya sastra atau tulisan yang dibuat berdasarkan imajinasi, khayalan, atau rekaan penulis.

Cerita fiksi tidak harus sesuai dengan kenyataan atau fakta yang terjadi di dunia nyata, meskipun kadang mengandung unsur realita sebagai latar atau inspirasi.

Tujuan utama dari tulisan fiksi adalah untuk menghibur, menyentuh emosi, atau menyampaikan pesan moral secara tidak langsung. Ciri-ciri fiksi, di antaranya:

  • Bersifat imajinatif dan tidak selalu berdasarkan fakta.

  • Mengandung alur cerita (plot), tokoh, latar, konflik, dan tema.

  • Bahasa bersifat ekspresif dan kiasan.

  • Tidak bertujuan untuk memberikan informasi faktual.

  • Sering menggunakan gaya bahasa sastrawi dan metaforis.

Beberapa contoh karya tulis fiksi populer, yakni novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis Fabel.

Apa Itu Nonfiksi?

Ilustrasi kumpulan karya tulis fiksi dan nonfiksi. Foto: Pexels

Nonfiksi adalah tulisan yang berdasarkan kenyataan, fakta, dan informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya nonfiksi bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan, informasi, atau gagasan yang aktual dan dapat diverifikasi.

Irwan P. Ratu Bangsawan menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Mengembangkan Minat Baca, contoh tulisan nonfiksi umumnya berupa buku pelajaran, biografi, artikel ilmiah, laporan jurnalistik, dan lain sebagainya. Berikut ciri-ciri karya tulis nonfiksi:

  • Berdasarkan fakta atau kejadian nyata.

  • Bersifat informatif, edukatif, atau persuasif.

  • Bahasa digunakan secara denotatif (makna langsung).

  • Disusun dengan logika dan struktur yang sistematis.

  • Tidak mengandung alur cerita fiktif atau tokoh rekaan.

Perbedaan Fiksi dan Nonfiksi

Ilustrasi kumpulan karya tulis fiksi dan nonfiksi. Foto: Pexels

Secara lebih ringkas, berikut perbedaan fiksi dan nonfiksi berdasarkan penjabaran di atas.

1. Sumber Cerita

  • Fiksi: Imajinasi penulis.

  • Nonfiksi: Fakta, informasi, pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

2. Tujuan

  • Fiksi: Menghibur dan menyentuh emosi pembaca.

  • Nonfiksi: Memberi informasi dan mengedukasi pembaca.

3. Gaya Bahasa

  • Fiksi: Ekspresif, kiasan, atau sastrawi.

  • Nonfiksi: Formal, informatif, dan jelas.

4. Isi Tulisan

  • Fiksi: Tidak harus benar.

  • Nonfiksi: Harus bisa dibuktikan kebenarannya.

5. Contoh

  • Fiksi: Novel, cerpen, dan drama.

  • Nonfiksi: Artikel, biografi, laporan jurnalistik, dan lain sebagainya.

Baca juga: 20+ Contoh Buku Fiksi dengan Cerita dan Karakter yang Menarik

(NDA)