Perbedaan Nabi dan Rasul dari Pengertian hingga Syariat

ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran agama Islam dikenal adanya istilah nabi dan rasul yang kerap digunakan secara bersamaan. Meskipun memiliki kesamaan dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai hal, mulai dari pengertian, jumlah, cara turunnya wahyu, hingga kitab suci. Artikel ini menguraikan secara rinci beberapa hal yang menjadi perbedaan antara nabi dan rasul.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Rasul adalah seorang laki-laki merdeka yang diberi wahyu oleh Allah SWT untuk menyampaikan ke umatnya. Jika tidak diwajibkan menyampaikan risalah agama ke umatnya, ia disebut sebagai nabi.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa setiap rasul sudah pasti nabi, sedangkan nabi belum tentu seorang rasul. Jumlah nabi dan rasul yang diangkat Allah juga sangat banyak. Para ulama sepakat bahwa jumlah nabi ada 124.000 dan rasul 313. Namun yang wajib diketahui berjumlah 25 orang.
Perbedaan nabi dan rasul dapat diketahui dari berbagai segi. Dalam buku Pendidikan Agama Islam-Akidah Akhlak oleh Muhiyi Shubhie, berikut hal yang membedakan antara nabi dan rasul.
1. Dari Segi Asal Kata
Nabi: berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi".
Rasul: berasal dari kata rasala yang berarti "utusan" atau "penyampaian".
Baca Juga: Doa Tahiyat Akhir Lengkap Sampai Salam: Arab, Latin, dan Terjemahannya
2. Dari Segi Pengertian
Nabi: Manusia pilihan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.
Rasul: Manusia pilihan Allah SWT yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya pada umat manusia agar dijadikan sebagai pedoman hidup.
3. Dari Segi Turunnya Wahyu
Nabi: Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi. Selain itu, nabi tidak berkewajiban untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT ke umatnya.
Rasul: Rasul dapat menerima wahyu lewat mimpi maupun melalui malaikat serta dapat melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat. Ia wajib menyampaikan wahyu dari Allah SWT ke umatnya.
4. Dari Segi Syariat
Nabi: Nabi menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri atau untuk diteruskan ke umatnya. Namun, ia tak membawa syariat baru melainkan melanjutkan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi sebelumnya.
Rasul: Rasul menyampaikan wahyu dengan membawa syariat baru yang wajib diikuti oleh umatnya.
5. Dari Segi Kitab Suci
Nabi: Seorang nabi tidak mendapatkan kitab suci.
Rasul: Rasul mendapatkan kitab suci dari Allah SWT.
(SA)
