Konten dari Pengguna

Perbedaan Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Foto: Pexels

Di ekosistem, setiap makhluk hidup memiliki peran masing-masing dalam aliran energi dan materi. Dua konsep utama yang digunakan untuk menjelaskan perpindahan energi dari satu organisme ke organisme lain adalah rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

Meskipun keduanya memiliki hubungan yang erat, terdapat beberapa perbedaan. Artikel ini akan menguraikan perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

Apa Itu Rantai Makanan?

Ilustrasi rantai makanan. Foto: Pexels

Mengutip buku Manusia, Ekosistem, dan Keanekaragaman Hayati karya Novi Eka Putri dan Yayuk Mulyati, rantai makanan diartikan sebagai proses berpindahnya energi dari satu organisme ke organisme lainnya melalui suatu proses makan dan dimakan.

Di dalam rantai makanan ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan pengurai. Adapun yang berperan sebagai produsen adalah tumbuhan karena dapat memproduksi makanannya sendiri lewat fotosintesis.

Sementara itu konsumen adalah organisme yang mendapatkan makanan dari organisme lainnya dan dekomposer atau pengurai adalah organisme. Perannya menguraikan makhluk hidup yang telah mati menjadi senyawa anorganik.

Seperti halnya aliran energi, pada rantai makanan terdapat tingkatan trofik sesuai jarak transfer energinya dari sumber energi. Produsen yang mempunyai jarak transfer energi terdekat menempati tingkat trofik I, konsumen pada tingkat trofik II, dan seterusnya.

Baca Juga: Siapa Orang yang Pertama Kali Menyatakan bahwa Bumi adalah Sebuah Magnet?

Apa Itu Jaring-jaring Makanan?

Ilustrasi jaring-jaring makanan. Foto: Pexels

Rantai makanan dapat berhubungan satu sama lain dan membentuk hubungan kompleks yang disebut jaring-jaring makanan. Di alam produsen tak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen pertama, tetapi juga bisa dimakan oleh lebih dari satu jenis konsumen.

Konsumen pertama bisa dimakan oleh lebih dari satu jenis kosumen kedua dan seterusnya. Perbedaan rantai makanan dengan jaring-jaring makanan terletak pada rantai makanan, misalnya, organisme yang hanya memakan satu jenis organisme.

Sementara itu pada jaring-jaring makanan, organisme memakan organisme lainnya yang tak hanya terbatas pada satu jenis. Semakin kompleks jaring-jaring yang menggambarkan hubungan makan dan dimakan, itu menunjukkan semakin kompleksnya aliran energi dan aliran ekosistem.

Hal ini akan menyebabkan terjadinya kestabilan suatu komunitas dan kestablilan ekosistem. Jika salah satu spesies hilang, jaring-jaring makanan masih tetap berjalan.

Perbedaan Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

Ilustrasi perbedaan rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Foto: Pexels

Perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan antara lain sebagai berikut:

Rantai Makanan

  • Terjadi perpindahan energi atau makanan dari satu makhluk hidup ke lainnya dalam satu urutan.

  • Tidak memiliki efek untuk meningkatkan kemampuan daya saing dan adaptasi dari organisme.

  • Biasanya anggota trofik yang lebih tinggi memakan satu jenis organisme yang tingkat trofiknya lebih rendah.

Jaring-jaring Makanan

  • Terdiri dari sejumlah rantai makanan yang saling berhubungan.

  • Jaring-jaring makanan lebih kompleks untuk meningkatkan daya saing dan adaptasi dari organisme.

  • Biasanya anggota trofik tingkat tinggi memakan banyak tingkat trofiknya lebih rendah.

(SA)