Konten dari Pengguna

Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem ekonomi Islam. Foto: freepik.com/jcomp
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem ekonomi Islam. Foto: freepik.com/jcomp

Ekonomi syariah merupakan salah satu jenis sistem ekonomi yang sedang berkembang, terutama negara-negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. penerapan ekonomi syariah dilandasi oleh nilai-nilai dari Al-Quran dan hadist. Lalu, apa perbedaan sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah dengan sistem ekonomi konvensional?

Perbedaan Sistem Ekonomi Islm dengan Sistem Ekonomi Konvensional

Dikutip dari buku Pengantar Ekonomi Islam karya Drs. H. Muklis Bin Abdul Azis, M.M dan ‎Didi Suardi, Lc., MA.Ek (2020: 30), dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sistem diartikan sebagai perangkat yang yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Dengan kata lain, sistem adalah suatu kumpulan berbagai unsur yang saling berhubungan, saling mempengaruhi, dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan ekonomi.

Sehingga sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Quran, as-Sunnah, ijma, dan qiyas. Sistem ekonomi Islam ini merupakan bagian dari keseluruhan ajaran Islam yang komperhensif.

Ilustrasi sistem ekonomi Islam. Foto: freepik.com/user26142724

Sistem ekonomi Islam sangatlah berbeda dengan sistem ekonomi konvensional. Sistem ekonomi Islam lebih mengedepankan produksi, distribusi, dan konsumsi simber daya yang berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam. Sementara sistem ekonomi konvensional tidak dipengaruhi oleh prinsip agama. Adapun perbedaan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi konvensional antara lain:

1. Dasar Filosofi

Agama Islam mengajarkan cara hidup dan padauan bagaimana melakukan atifitas ekonomi dengan standar yang terorganisir berdasarkan asas keadilan dan kesetaraan. Dengan kata lain, sistem ekonomi Islam mendorong agar tidak egois, di mana tujuannya bukan sekedar keuntungan pribadi. Hal ini sangatlah bertentangan dengan sistem ekonomi konvensional yang memprioritaskan keuntungan pribadi sebesar-besarnya dibandingkan kepentingan orang lain.

2. Prinsip Pebiaayaan

Ekonomi syariah didasarkan pada Al-Quran, as-Sunnah, ijma, dan qiyas, sedangkan ekonomi konvensional tidak memiliki referensi dalam memecahkan masalah ekonomi. Perbedaan ini memengaruhi tujuan ekonomi.

Al-Quran dan hadits menjadi referensi utama dalam seluruh sektor kehidupan umat Islam, tak terkecuali dengan kegiatan bertransaksi. Dalam ekonomi syariah, terdapat sistem keuangan yang memfasilitasi alokasi sumber daya keuangan dan barang-barang fisik. Dalam pengalokasian sumber daya, sistem ekonomi Islam sangat menekankan pada kegiatan yang mendasarinya. Sedangkan sistem ekonomi konvensional sangat fokus pada kegiatan pembiayaan.

Dengan berbagai alasan di atas yang menjadikan sistem ekonomi Islam mulai berkembang di berbagai daerah, terutama di Indonesia. Sebab sistem ekonomi Islam sangat mengutamkaan kesamaan tanpa merugikan salah satu pihak. (MZM)