Konten dari Pengguna

Perbedaan Walimatul Tasmiyah dengan Walimatul Aqiqah menurut Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

walimatul tasmiyah, sumber foto: (Aditya Romansa) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
walimatul tasmiyah, sumber foto: (Aditya Romansa) by Unsplash.com

Bagi umat Islam, tentu sudah tidak asing lagi saat mendengar kata walimatul aqiqah. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengerti tentang walimatul tasmiyah. Padahal, keduanya merupakan suatu ibadah yang saling berkaitan. Lalu, apa perbedaan tasmiyah dan aqiqah?

Secara umum, aqiqah dan tasmiyah merupakan dua jenis ibadah yang dilakukan di hari yang sama, yaitu hari ketujuh kelahiran anak. Saat Allah SWT memberikan karunia anak kepada seseorang, maka orang tersebut perlu menunaikan beberapa kewajiban, salah satunya melakukan aqiqah dan tasmiyah.

Penjelasan mengenai aqiqah dan tasmiyah terdapat pada Kitab Minhajul Qowim berikut:

walimatul tasmiyah, sumber foto: (Christian Bowen) by Unsplash.com

“Yang paling utama menyembelih aqiqah pada hari ketujuh kelahiran. Hari kelahiran masuk dalam hitungan. Sunnah memotong rambut setelah menyembelih aqiqah sebagaimana dalam ibadah haji … Tasmiyah juga dilakukan pada hari ketujuh. Sunnah bersedekah emas seberat rambut yang dipotong.”

Kitab Minhajul Qowim, 1/ 310-311

Pengertian Aqiqah dan Dalilnya dalam Islam

Mengutip buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik (2019), aqiqah merupakan suatu ibadah yang dilakukan dengan menyembelih domba atau kambing sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kelahiran anak. Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah anak dilahirkan.

Adapun dalil tentang aqiqah yaitu sebagai berikut:

“Rasulullah SAW bersabda, “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (HR. Bukhari).

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad).

Pendapat lain mengatakan bahwa jika terdapat uzur yang menimpa orang tua yang membuat aqiqah tidak bisa dilakukan di hari ketujuh, maka aqiqah bisa dilakukan di hari keempat belas atau dua puluh satu. Pendapat ini mengacu pada hadist berikut ini:

“Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan keduapuluh satu.” (HR. At-Tirmidzi).

Pengertian Tasmiyah dan Dalilnya

Tasmiyah merupakan suatu ibadah yang dilakukan dengan memberi nama kepada anak yang baru lahir. Pemberian nama anak dapat dilakukan di hari pertama bayi lahir atau di hari ketujuh. Adapun pemberian nama di hari ketujuh sifatnya lebih sunnah.

Hadist tentang tasmiyah yaitu sebagai berikut:

Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambut kepalanya, dan diberi nama.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud).

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa aqiqah merupakan penyembelihan hewan sebagai rasa syukur. Sedangkan tasmiyah adalah pemberian nama kepada anak di hari ketujuh kelahirannya.

(DLA)