Konten dari Pengguna

Perkembangan Model Atom dalam Ilmu Kimia

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
foto: Shutterstock

Terdapat beberapa teori model atom yang telah dikemukakan oleh para ahli. Dalam artikel ini kita akan membahasnya satu per satu agar lebih jelas dan dimengerti.

Sebelum menuju pembahasan mengenai model atom, kita mulai dengan pengertian atom terlebih dahulu. Dalam buku Kimia Dasar Prinsip Penerapan Modern, Petrucci (1996) menerangkan bahwa, atom berasal dari kata atomos, (a: tidak, tomos: memotong), yang artinya adalah tidak dapat dipotong atau tidak dapat dibagi.

Perkembangan Model Atom

Beberapa ulasan mengenai perkembangan model atom yang telah dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut:

Model Atom Thompson

Menurut Thomson sebuah atom mempunyai muatan-muatan listrik positif yang tersebar merata di seluruh bagian atom. Muatan listrik positif ini dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan-muatan listrik positif. Model atom ini disebut model kue (plum-pudding) karena menyerupai kue kismis, sebagai berikut:

Model Atom Thompson. Foto: Model Fisika Atom, UIN Repository UT.

Teori atom Thomson menyebutkan bahwa seluruh partikel alfa dengan energi yang besar tidak akan dihamburkan, namun akan menembus lurus keping logam.

Model Atom Rutherford

Menurut Rutherford, muatan listrik positif dan sebagian besar massa sebuah atom akan berkumpul pada satu titik, letaknya di tengah-tengah atom yang disebut inti atom.

Di luar inti pada jarak yang relatif jauh dari inti atom, elektron-elektron beredar mengelilingi inti seperti halnya lintasan planet-planet yang beredar mengelilingi matahari dalam tata surya, seperti gambar berikut ini:

Model atom Rutherford. Foto: Model Fisika Atom, UIN Repository UT.

Terdapat beberapa kelemahan model atom Rutherford, antara lain:

  • Tidak dapat menerangkan struktur atom yang stabil

  • Tidak dapat menerangkan spektrum atom

  • Karena memancar energi, jari-jari elektron akan mengecil dan akhirnya akan bersatu dengan inti, sedangkan kenyataannya tidak.

Model Atom John Dalton

Menurut Dalton, atom merupakan partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Atom suatu unsur sama segala sifatnya, sedangkan atom dari unsur yang berbeda maka berlainan dalam massa dan sifatnya, dan setiap atom dapat membentuk molekul dan senyawa. Dalton juga menyebutkan bahwa suatu reaksi kimia hanya melibatkan penata ulang atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. ( Kartini, dkk. Dasar-Dasar Sains Untuk Sekolah Menengah: 2000).

Gambar model atom Dalton adalah sebagai berikut:

Model atom Dalton. Foto: medianeliti.com

Model atom Bohr

Tahun 1913 Niels Bohr menyusun teori berdasarkan atom Rutherford dan teori kuantum, sebagai berikut:

  • Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.

  • Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu. Keadaan ini dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tingkat energi utama atau bilangan kuantum atau kulit (n)).

  • Sepanjang elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan konstan, sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.

  • Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke yang lebih tinggi jika menyerap energi, sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang tinggi ke yang rendah terjadi pembebasan energi.

Itulah beberapa model atom yang telah dikemukakan oleh para ahli, semoga berguna ya. (Adelliarosa)