News
·
13 Januari 2021 15:34

Pertempuran Surabaya: Mengenal Tokoh-Tokoh Pahlawan yang Terlibat

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Pertempuran Surabaya: Mengenal Tokoh-Tokoh Pahlawan yang Terlibat (50141)
Tokoh Pahlawan dalam Pertempuran Surabaya, Foto: Dok. kumparan.com
Disebut sebagai salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia, Pertempuran Surabaya adalah simbol perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Pertempuran ini terjadi antara rakyat Indonesia dengan tentara Inggris, dan berlangsung selama 3 minggu, tepatnya dari tanggal 27 Oktober – 20 November 1945.
ADVERTISEMENT
Puncak Pertempuran Surabaya terjadi pada tanggal 10 November 1945, ketika pasukan tentara Inggris melakukan serangan balasan dengan bantuan pesawat tempur. Kegigihan perjuangan para pahlawan yang terlibat dalam pertempuran ini membuat tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.
Terdapat sejumlah tokoh yang sangat berjasa dan berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan saat Pertempuran Surabaya terjadi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut di antaranya.

1. Bung Tomo

Meski akrab dipanggil sebagai Bung Tomo, tokoh pejuang dalam Pertempuran Surabaya ini bernama asli Sutomo. Berprofesi sebagai jurnalis, ia dikenal karena orasinya yang luar biasa dan dapat membakar semangat para pejuang lainnya dalam mewujudkan kemerdekaan. Salah satu perkataan Bung Tomo yang paling terkenal adalah “Merdeka atau mati!”.
ADVERTISEMENT

2. Gubernur Suryo

Gubernur Suryo adalah gubernur Jawa Timur pertama yang diangkat. Saat Pertempuran Surabaya terjadi, Gubernur Suryo berperan besar dalam melakukan perjanjian gencatan senjata dengan Brigadir asal Inggris, A.W.S Mallaby.
Dikenal akan ketegasannya dalam melawan penjajah, Gubernur Suryo terkenal dengan salah satu pidatonya yang menyatakan bahwa Arek-arek Suroboyo tidak akan pernah menyerah pada ultimatum Inggris dan akan melawan hingga tetes darah penghabisan.

3. Mayjen Sungkono

Mayjen Sungkono memegang peranan penting saat Pertempuran Surabaya terjadi, yakni sebagai Panglima Angkatan Perang Surabaya. Ia bertugas sebagai pemimpin pertempuran sekaligus menyemangati para pejuang untuk terus melawan penjajah. Bersama para pejuang lainnya, Mayjen Sungkono berhasil membuat tentara Inggris kewalahan.

4. Moestopo

Meski pada awalnya berprofesi sebagai dokter gigi, Moestopo juga berperan penting saat Pertempuran Surabaya. Sempat menjadi komandan batalion tentara Pembela Tanah Air (PETA), Moestopo membentuk Badan Keamanan Rakyat di Jawa Timur dan menjadi salah satu tokoh yang menentang keras pendaratan Inggris ke Surabaya.
ADVERTISEMENT
Moestopo juga berperan sebagai tokoh yang berunding dengan Brigjen Mallaby agar pasukan Inggris tetap berada di pelabuhan. Sayangnya, Brigjen Mallaby dan pasukannya melanggar perjanjian tersebut.
(RYFA)