Pesan Pokok Surat Ad-Duha dan Cara Mengamalkannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ad-Duha memiliki arti waktu matahari naik sepenggalah. Surat ini turun bagaikan fajar yang menyingsing setelah malam gelap. Ada beberapa pesan pokok surat Ad-Duha. Sebagai muslim, ada berbagai cara untuk mengamalkannya.
Surat Ad-Duha terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat Makiyyah dan diturunkan sesudah surat Al Fajr. Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, وَالضُّحٰ (Wad duhaa) artinya: waktu matahari sepenggalahan naik.
Pesan Pokok Surat Ad-Duha
Mengutip surat Ad-Duha dan tafsirnya pada laman Qur'an Kemenag (quran.kemenag.go.id), pesan pokok surat Ad-Duha yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
Allah tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau dari perasaan Rasulullah sendiri.
Allah mengungkapkan sesuatu yang melapangkan dada Nabi saw dan menenteramkan jiwanya, bahwa keadaan Nabi dalam kehidupannya di hari-hari mendatang akan lebih baik dibandingkan dengan hari-hari yang telah lalu. Kebesarannya akan bertambah dan namanya akan lebih dikenal. Allah akan selalu membimbingnya untuk mencapai kemuliaan dan untuk menuju kepada kebesaran.
Allah menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad, bahwa Dia akan terus-menerus melimpahkan anugerah-Nya kepada beliau, sehingga beliau menjadi senang dan bahagia.
Allah mengingatkan nikmat yang pernah diterima Nabi Muhammad, seorang anak yatim. Allah telah menjaga, melindungi, dan membimbing Nabi Muhammad serta menjauhkannya dari dosa-dosa perilaku orang-orang Jahiliah dan keburukan mereka, sehingga memperoleh julukan "manusia sempurna".
Allah tidak membiarkan Nabi Muhammad menjalankan dakwah tanpa bantuan-Nya. Allah bahkan memberikan wahyu yang menjelaskan kepadanya jalan yang harus ditempuh dalam usaha memperbaiki keadaan kaumnya.
Allah lah yang memelihara Nabi Muhammad dalam keadaan yatim, menghindarkannya dari kebingungan, dan menjadikannya berkecukupan. Allah tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad selama hidupnya.
Allah meminta kepada Nabi-Nya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, serta tidak menghina anak-anak yatim dan memperkosa haknya.
Nabi Muhammad diminta mendidik anak-anak yatim dengan adab dan sopan-santun, serta menanamkan akhlak yang mulia dalam jiwa mereka, sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang berguna, tidak menjadi bibit kejahatan yang merusak orang-orang yang bergaul dengannya.
Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar orang-orang yang meminta sesuatu kepadanya jangan ditolak dengan kasar dan dibentak, malah sebaliknya diberi sesuatu atau ditolak secara halus.
Allah menegaskan lagi kepada Nabi Muhammad agar memperbanyak pemberiannya kepada orang-orang fakir dan miskin serta mensyukuri, menyebut, dan mengingat nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya.
Nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia bukanlah untuk membangga-banggakan diri, tetapi untuk mensyukuri dan mengharapkan orang lain mensyukuri pula nikmat yang telah diperolehnya.
Sebagai muslim, ada berbagai cara untuk mengamalkan kandungan pesan pokok surat Ad-Duha, yakni sebagai berikut:
Jangan pernah ragu kepada Allah.
Jangan menghina anak yatim apalagi mengambil haknya.
Jika mengenal anak yatim di sekitar, coba untuk membantunya. Apalagi jika dapat mendidik adab dan sopan-santun, serta menanamkan akhlak yang mulia.
Jangan kasar dan membentak orang yang meminta bantuan.
Memperbanyak pemberian kepada orang-orang fakir dan miskin.
Selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah.
Baca Juga: Makna Ayat yang Menyebut Anak Yatim dalam Alquran
Demikian pesan pokok surat Ad-Duha dan cara mengamalkannya. Semoga sebagai muslim mampu mengerti pesan pokok surat Alquran dan mengamalkannya dengan baik.
(ARD)
