PPKI: Sejarah Pembentukan, Tokoh, dan Tugasnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PPKI adalah sebuah organisasi yang dibentuk setelah bubarnya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai.
Sejarah Pembentukan PPKI
PPKI diresmikan pada tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Ho CHi Minh, Vietnam oleh Jenderal Terauchi. Peresmian tersebut dihadiri oleh Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta dan Dr. radjiman Wedyodiningrat.
PPKI dibentuk untuk menarik simpati golongan atau tokoh-tokoh di Indonesia supaya bersedia untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik pada tahun 1943. Pada saat itu Jepang menjanjikan untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia melalui Perjanjian Kyoto.
Pada saat itu Terauchi juga memberikan pidato singkat mengenai pemerintah jepang yang memutuskan untuk memberikan hadiah kemerdekaan kepada Indonesia. keesokan harinya, ketiga tokoh Indonesia tersebut kembali ke Indonesia dan disambut oleh rakyat Indonesia.
Setelah pertemuan tersebut, PPKi tidak bisa bertugas karena golongan muda Indonesia mendesak supaya kemerdekaan Indonesia segera dilakukan atas nama PPKI. Rencana rapat PPKI yang akan diselenggarakan pada 16 Agustus 1945 bahkan tidak bisa terlaksana karena terjadi peristiwa Rengasdengklok.
Tugas PPKI
PPKI memiliki tugas yaitu untuk melanjutkan hasil pekerjaan dari BPUPKI setelah BPUPKI dibubarkan oleh Jepang pada tanggal 7 agustus 1945, seperti memindahkan kekuasaan dari pihak pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan ketatanegaraan Indonesia yang baru.
Selain itu, PPKI diberikan tugas untuk meresmikan pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.
Tokoh-tokoh PPKI
Melansir dari buku Mengenal Tokoh-tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Restu Gunawan, 2000, PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan 21 orang yang terdiri dari berbagai etnis di Indonesia. Namun pada akhirnya tanpa sepengetahuan Jepang PPKI menambahkan 6 orang anggota lagi.
Berikut adalah susunan keanggotaan PPKI:
Ir. Soekarno – ketua
Drs. Moh. Hatta – wakil ketua
prof. Mr. Dr. Soepomo – anggota
KRT Radjiman Wedyodiningrat – anggota
KRT Radjiman Wedyodiningrat- anggota
R. P. Soeroso – anggota
Soetardjo Kartohadikoesoemo – anggota
Kiai Abdoel Wachid Hasjim – anggota
Ki Bagus Hadikusumo – anggota
Otto Iskandardinata – anggota
Abdoel Kadir – anggota
Pangeran Soerjohamidjojo – anggota
Pangeran Poerbojo – anggota
Dr. Mohammad Amir – anggota
Mr. Abdul Abbas – anggota
Teuku Mohammad Hasan – anggota
Dr. GSSJ Ratulangi – anggota
Andi Pangerang – anggota
A.A. Hamidan – anggota
I Goesti Ketoet Poedja – anggota
Mr. Johannes Latuharhary – anggota
Drs. Yap Tjwan Bing – anggota
6 orang tambahan yang tidak diketahui oleh pihak Jepang, yaitu:
Achmad Soebardjo – penasihat
Sajoeti Melik – anggota
Ki Hadjar Dewantara – anggota
R.A.A. Wiranatakoesoema – anggota
Kasman Singodimedjo – anggota
Iwa Koesoemasoemantri – anggota
Namun, setelah Indonesia merdekan, tugas utama PPKI adalah memindahkan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia dan membentuk pemerintahan sesegera mungkin. (DNR)
