Prosedur dalam Seni Lukis yang Perlu Dilakukan Seniman

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Prosedur dalam Seni Lukis] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/PeterOlexa](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01hhpc00y579xb07xpaftxa2pb.jpg)
Ada beberapa prosedur dalam seni lukis yang perlu dilakukan sebelum membuat karya. Meskipun melukis adalah proses kreatif yang membebaskan seniman dalam berkreasi, namun tetap ada langkah-langkah yang perlu diikuti agar hasil karya lebih maksimal.
Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang diungkapkan melalui karya dua dimensional. Memahami prosedur pembuatannya dapat membantu seniman untuk menciptakan karya seni lukis yang memuaskan.
Prosedur dalam Seni Lukis
Mengutip buku Cakrawala Teknik Melukis dan Menggambar di Nusantara dan Mancanegara, Program Studi PGSD UMM Kelas E 2017 (2017), melukis merupakan aktivitas mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar benda tiga dimensi untuk memperoleh kesan tertentu. Aktivitas ini melibatkan emosi, ekspresi, dan gagasan seniman. Adapun prosedur dalam seni lukis yakni sebagai berikut:
1. Menemukan Gagasan
Pelukis perlu mengembangkan imajinasi agar memperoleh ide, baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Caranya yakni sebagai berikut:
Mengamati objek secara langsung, seperti gunung, pantai, pasar, dan sebagainya.
Membaca buku atau majalah.
Menelusuri informasi.
Mengunjungi museum atau pameran seni lukis.
2. Menyiapkan Media berkarya
Prosedur yang berikutnya adalah menyiapkan media berkarya, baik alat maupun bahan. Langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:
Menggunakan kertas, contohnya manila
Menggunakan dinding, papan, atau media luas lainnya.
Menggunakan media alternatif, seperti cangkang telur, kaca, dan sebagainya. Menggunakan cat akrilik, cat minyak, dan sebagainya.
3. Menentukan Teknik
Dalam melukis, penting sekali memilih teknik yang tepat. Contoh teknik melukis yakni sebagai berikut:
Teknik aquarel (menggunakan warna transparan).
Teknik plakat (menggunakan warna yang tebal).
Teknik goresan ekspresif dengan memakai palet, jari, atau kuas.
Teknik bertekstur dan tebal.
Teknik timbul atau mozaik.
4. Membuat Sketsa
Langkah berikutnya adalah membuat sketsa. Elemen ini merupakan gambar awal yang dijadikan lukisan. Melalui sketsa, pelukis dapat mengembangkan lukisannya secara lebih baik.
5. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan
Prosedur melukis yang berikutnya yakniewarnai dan menyempurnakan lukisan. Langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:
Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek dan latar belakangnya.
Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penegasan, penentuan gelap terang, dan penyinaran (spotlight).
Baca juga: 3 Perbedaan Aliran Seni Lukis Realis dengan Seni Lukis Abstrak
Prosedur dalam seni lukis yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan bagi para seniman dalam membuat karya. Dengan begitu, lukisan yang dihasilkan akan memiliki tampilan yang indah dan bermakna. (DLA)
