Proses Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebudayaan Hindu-Buddha yang masuk ke Nusantara tidak diterima begitu saja, tetapi diolah serta disesuaikan dengan kehidupan masyarakat di Nusantara. Hal tersebut disebabkan masyarakat Nusantara yang sudah memiliki dasar-dasar kebudayaan yang cukup tinggi.
Masuknya kebudayaan asing dianggap menambah perbendaharaan kebudayaan Nusantara. Dikutip dari buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X yang ditulis oleh Tim Ganesha Operation (2017: 49), masyarakat Nusantara memiliki “Local Genius”, yaitu kecakapan masyarakat/bangsa dalam menerima kebudayaan asing dan mengolahnya sesuai dengan kepribadian masyarakat/bangsa tersebut.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai proses akulturasi kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha.
Contoh Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha
Dikutip dari halaman Inti Materi IPS SMA/MA 10, 11, 12 yang ditulis oleh Tim Maestro Genta (2020: 23), proses akulturasi kebudayaan adalah proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lainnya. Berikut adalah jenis dan contoh akulturasi kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha:
Seni rupa dan seni ukur: relief pada candi-candi.
Seni bangunan: bentuk candi berupa punden berundak-undak dengan hiasan patung dan stupa. Pada dasarnya, candi yang ditemukan di Indonesia merupakan perwujudan akulturasi budaya India dengan budaya Indonesia. Hal tersebut terlihat pada dasar-dasar bangunan candi, yaitu bangunan punden berundak-undak.
Seni aksara dan sastra: berbentuk puisi dan prosa, ada tiga kelompok sastra yaitu kitab hukum, tutur (pitutur kitab keagamaan), dan wiracarita (kepahlawanan), serta wayang kulit (cerita Ramayanan dan Mahabrata).
Seni pertunjukan: bermacam-macam gamelan (xylophones, chordophones, membranophones, aerophones, dan tidophones).
Sistem kepercayaan: fungsi candi selain tempat pemujaan juga sebagai makam raja.
Arsitektur: bentuk bangunan candi dan pertapaan wihara.
Sistem pemerintahan: pemimpin suku diubah menjadi raja dan wilayahnya sebagai kerajaan.
Jaringan budaya dan perdagangan antarbangsa dan penduduk di Kepulauan Indonesia berkembang pesat karena terhubung oleh Laut Jawa hingga Kepulauan Maluku. Adapun dua kekuatan peradaban besar pada masa Hindu-Buddha adalah Cina di utara dan India di Barat Daya. Itulah penjelasan mengenai proses dan contoh akulturasi kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
