Puisi Bebek Oleh Taufiq Ismail yang Unik
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taufiq Ismail atau Taufik Ismail merupakan salah satu tokok sastra di Indonesia. Beliau merupakan sastrawan yang lahir pada tahun 1935 di Tanah Datar, Sumatera Utara. Dikutip dari laman resmi ensiklopedia.kemdikbud.go.id (diakses pada 19/10/21), Taufiq Ismail mulai menggeluti kariernya sebagai seorang penyair dengan menuliskan puisi-puisi demonstrasi yang terkumpul dalam Tirani dan Benteng di tahun 1966. Tidak hanya menciptakan puisi demonstrasi, nyatanya beliau juga memiliki karya-karya sastra lainnya yang dikenal unik sepertihalnya puisi bebek oleh Taufiq Ismail.
Bunyi Puisi Bebek Oleh Taufiq Ismail yang Unik dan Tidak Biasa
Puisi Bebek oleh Taufiq Ismail merupakan salah satu sajak pendek yang terdapat dalam kumpulan sajak “Perkenalkan Saya Hewan”. Adapun bunyi dari puisi Bebek yang dikenal unik dan tidak biasa tersebut ialah sebagai berikut:
Bebek kami berbunyi kwek-kwek-kwek-kwek Kwek-kwek-kwek-kwek
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Dua puluh ekor banyaknya bebek yang kami pelihara
Di kebun yang berpagar bambu sederhana
Dedak, rumput dan jagung makanannya
Air yang banyak supaya mereka jangan dahaga
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Telurnya kami kumpulkan sore dan pagi
Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya setiap hari
Ke sungai kecil mereka kami bawa sekali-sekali
Supaya bebek itu berenang-renang bersenang hati
Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek
Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek.
Tidak hanya menjadikan bebek sebagai objek ide dalam sajaknya, sastrawan angkatan ’66 tersebut juga beberapa kali menjadikan hewan lain sebagai sumber inspirasinya, misalnya saja seperti Sajak Orang Hutan berikut:
“Perkenalkan anak-anak, saya hewan!
Nama saya Orang Hutan
Hobi saya di pohon berayun-ayunan
Alamat saya hutan Kalimantan.”
Anak-anak sekelas jadi heran dan gelak-gelak
Ada orang hutan lepas dari Kebun Binatang?
Tapi dia nampaknya baik dan tidak galak
Bentuknya memang seperti orang
Pak guru menerangkan di depan kelas
Pelajaran ilmu hewan supaya jelas:
“Memang di kalangan para hewan biasa
Orang Hutan paling mirip manusia”
“Tangannya ini panjang sekali, dua kali tinggi badan
Sering dipakai berayun dari dahan ke dahan pepohonan
Kakinya pendek, tapi jari kakinya pandai menggenggam
Sangat berguna di hutan siang dan malam”
Kemudian pak guru ilmu hayat berkata pula:
“Dia ini gemuk tak terkira
Kira-kira delapan puluh kilo berat badannya
Bulunya berwarna coklat tua”
Lantas dengan sopan dia minta permisi akan pergi segera
Bersalaman dengan guru ilmu hayat dan anak-anak dilambainya
“Selamat jalan Orang Hutan, baik-baik di jalan ya.”
Dia pulang ke Kebun Binatang, lompat lewat jendela.
Demikianlah informasi singkat tentang puisi bebek beserta sajak unik lainnya yang pernah diciptakan oleh Taufiq Ismail. (HAI)

