Puisi Bebek Oleh Taufiq Ismail yang Unik

Konten dari Pengguna
19 Oktober 2021 17:38
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi puisi bebek oleh Taufiq Ismail. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi bebek oleh Taufiq Ismail. Sumber: Unsplash
Taufiq Ismail atau Taufik Ismail merupakan salah satu tokok sastra di Indonesia. Beliau merupakan sastrawan yang lahir pada tahun 1935 di Tanah Datar, Sumatera Utara. Dikutip dari laman resmi ensiklopedia.kemdikbud.go.id (diakses pada 19/10/21), Taufiq Ismail mulai menggeluti kariernya sebagai seorang penyair dengan menuliskan puisi-puisi demonstrasi yang terkumpul dalam Tirani dan Benteng di tahun 1966. Tidak hanya menciptakan puisi demonstrasi, nyatanya beliau juga memiliki karya-karya sastra lainnya yang dikenal unik sepertihalnya puisi bebek oleh Taufiq Ismail.

Bunyi Puisi Bebek Oleh Taufiq Ismail yang Unik dan Tidak Biasa

Puisi Bebek oleh Taufiq Ismail merupakan salah satu sajak pendek yang terdapat dalam kumpulan sajak “Perkenalkan Saya Hewan”. Adapun bunyi dari puisi Bebek yang dikenal unik dan tidak biasa tersebut ialah sebagai berikut:

Bebek kami berbunyi kwek-kwek-kwek-kwek Kwek-kwek-kwek-kwek

Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek

Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek

Dua puluh ekor banyaknya bebek yang kami pelihara

Di kebun yang berpagar bambu sederhana

Dedak, rumput dan jagung makanannya

Air yang banyak supaya mereka jangan dahaga

Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek

Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek

Telurnya kami kumpulkan sore dan pagi

Sepuluh sampai lima belas butir hasilnya setiap hari

Ke sungai kecil mereka kami bawa sekali-sekali

Supaya bebek itu berenang-renang bersenang hati

Pagi hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek

Sore hari mereka berbunyi kwek-kwek-kwek.

Ilustrasi puisi bebek oleh Taufiq Ismail. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi bebek oleh Taufiq Ismail. Sumber: Unsplash
Tidak hanya menjadikan bebek sebagai objek ide dalam sajaknya, sastrawan angkatan ’66 tersebut juga beberapa kali menjadikan hewan lain sebagai sumber inspirasinya, misalnya saja seperti Sajak Orang Hutan berikut:

“Perkenalkan anak-anak, saya hewan!

Nama saya Orang Hutan

Hobi saya di pohon berayun-ayunan

Alamat saya hutan Kalimantan.”

Anak-anak sekelas jadi heran dan gelak-gelak

Ada orang hutan lepas dari Kebun Binatang?

Tapi dia nampaknya baik dan tidak galak

Bentuknya memang seperti orang

Pak guru menerangkan di depan kelas

Pelajaran ilmu hewan supaya jelas:

“Memang di kalangan para hewan biasa

Orang Hutan paling mirip manusia”

“Tangannya ini panjang sekali, dua kali tinggi badan

Sering dipakai berayun dari dahan ke dahan pepohonan

Kakinya pendek, tapi jari kakinya pandai menggenggam

Sangat berguna di hutan siang dan malam”

Kemudian pak guru ilmu hayat berkata pula:

“Dia ini gemuk tak terkira

Kira-kira delapan puluh kilo berat badannya

Bulunya berwarna coklat tua”

Lantas dengan sopan dia minta permisi akan pergi segera

Bersalaman dengan guru ilmu hayat dan anak-anak dilambainya

“Selamat jalan Orang Hutan, baik-baik di jalan ya.”

Dia pulang ke Kebun Binatang, lompat lewat jendela.

Demikianlah informasi singkat tentang puisi bebek beserta sajak unik lainnya yang pernah diciptakan oleh Taufiq Ismail. (HAI)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020