Konten dari Pengguna

Rangkaian Acara dan Tradisi Ibadah Nyepi di Bali

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.pexels.com/id-id/@belart84 - ibadah nyepi
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/@belart84 - ibadah nyepi

Ibadah Nyepi dilakukan oleh para umat Hindu di Bali saat merayakan Hari Raya Nyepi yang diperingati pada penanggal apisan sasih kadasa sebagai bentuk penyambutan tahun baru Caka.

Dalam pelaksanaan ibadah Nyepi, umat Hindu melakukan beberapa ritual yang dilakukan sebelum, saat, dan sesudah Hari Raya Nyepi.

Rangkaian Acara dan Tradisi Ibadah Nyepi

Menurut buku Agama Hindu dan Buddha, Harun Hadiwijono, 2010, berikut ini beberapa rangkaian ibadah Nyepi, dan maknanya masing-masing:

Upacara Melasti

Rangkaian Hari Raya Nyepi yang pertama adalah upacara Melasti. Prosesi ini diadakan dua hari sebelum hari raya, yang dilakukan umat Hindu Bali dengan sembahyang di laut. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan diri, dengan melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Umat Hindu meyakini bahwa sumber air seperti danau dan laut merupakan air kehidupan, yang mampu mengembalikan kesucian diri. Tidak lupa, upacara dilengkapi dengan sesajen sebagai simbol tiga dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, juga Jumpana, yaitu singgasana Dewa Brahma.

https://www.pexels.com/id-id/@belart84

Tawur Kesanga atau Mecaru

Rangkaian ibadah Nyepi selanjutnya adalah Tawur Kesanga atau Mecaru. Prosesi ini diadakan tepat satu hari sebelum Nyepi. Nah, kegiatan ini lah yang identik dengan pawai festival ogoh-ogoh di Kuta Bali. Jika kamu belum mengetahui apa itu ogoh-ogoh, yaitu boneka raksasa yang dibuat dari bubur kertas dan rangka bambu.

Boneka akan dibuat sangat seram sebagai gambaran representatif sifat buruk atau jahat manusia. Di akhir pawai, boneka akan dibakar sebagai lambang melenyapkan sifat buruk manusia. Ukurannya yang sangat besar membuat boneka ini harus diangkat oleh banyak orang. Tidak hanya penduduk lokal, wisatawan pun bisa turut serta mengarak boneka tersebut.

Hari Raya Nyepi

Setelah dua prosesi sebelumnya, kini tiba saatnya hari raya Nyeri, yang dilakukan selama 24 jam, dimulai pukul 06.00 pagi, hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Dalam pelaksanaannya, umat Hindu memiliki beberapa 4 pantangan yang dikenal dengan catur brata penyepian, yaitu:

  • Amati geni atau tidak menyalakan api.

  • Amati karya atau tidak bekerja.

  • Amati lelungan atau tidak bepergian.

  • Amati lelanguan atau tidak bersenang-senang.

Bukan hanya umat Hindu yang merayakan saja, wisatawan yang berada di pulau Bali pun harus menaati aturan tersebut selama 24 jam.

Ngambak Geni

Ngambak geni merupakan prosesi terakhir, yang dilakukan setelah hari raya Nyepi. Prosesi tersebut dilakukan dengan bersilaturahmi ke sanak saudara. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan saat Ngembak Geni adalah ritual Med-medan atau dikenal pula Omed-omedan. Ritual ini dapat disaksikan di Desa Sesetan di Denpasar, yang dilakukan oleh muda-mudi Bali dengan berciuman secara bergantian. Meskipun terlihat terlalu frontal, tetapi ini merupakan salah satu ritual sakral yang secara turun-temurun dipercaya mampu menolak bala. (DNR)