Konten dari Pengguna

Rangkaian Peristiwa Kehidupan di Akhirat Sebelum Dimasukkan ke Surga/Neraka

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat. Foto: Unsplash/Marek Piwnicki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat. Foto: Unsplash/Marek Piwnicki

Setiap manusia akan mengalami kematian. Setelah kematian, Allah Swt. akan membangkitkan semua orang untuk melewati rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat.

Sehingga, dapat diketahui siapa yang layak masuk surga dari amalanya saat masih hidup. Selain itu, tempat neraka bagi orang yang melanggar dan menyekutukan Allah Swt.

Rangkaian Peristiwa Kehidupan di Akhirat

Ilustrasi rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat. Foto: Unsplash/Patrick Perkins

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Drs. H. Masan AF, M.Pd. (2016), rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat yang akan dilalui manusia setelah kematian terdiri dari enam alam, yakni alam barzah, Yaumul Ba'ats, Yaumul Hasyr, Yaumul Hisab dan Mizan, serta Yaumul Jaza.

Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Alam Barzah

Barzah secara bahasa artinya dinding. Sementara menurut istilah, alam barzah adalah masa yang terletak di antara kematian dan hari kiamat. Kehidupan di alam barzah adalah ibarat masa atau periode penantian.

Di alam barzah ini, semua ruh berkumpul menanti untuk memasuki kehidupan akhirat. Di tempat ini pula, manusia akan diperlihatkan kenikmatan dan siksaan di akhirat oleh Allah SWT.

Rasulullah Saw. bersabda,

"Adapun hamba yang mukmin, apabila telah putus dari dunia untuk mendatangi akhirat, maka akan turun malaikat dari langit, berwajah putih bagaikan mata- hari, membawa kafan dari kafan surga, dan wewangian, pengawet kerusakan. Kemudian mereka akan duduk dan datanglah Malaikat Maut mendatanginya. Malaikat duduk di dekat kepalanya seraya berkata, "Wahai ruh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya." Maka ruh itu akan keluar bagaikan mengalirnya air dari tempat minum. Adapun orang kafir, ketika mereka akan meninggal, datanglah malaikat yang berwujud hitam, seraya berkata, "Hai jiwa yang jahat keluarlah engkau ke arah murka Allah." Kemudian dicabut ruh mereka dengan kasar."

2. Yaumul Ba’ats

Ba’ats memiliki arti dibangkitkan. Kehidupan di akhirat dimulai dari dibangkitnya makhluk hidup dari kubur. Pada saat itu Allah mengembalikan jasad manusia untuk dipersatukan dengan ruh-ruh mereka. Allah Swt. berfirman:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Artinya: “dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)

Waktu dibangkitkan nanti, seluruh manusia akan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh dan manusia tergantung dari keimanan dan amal perbuatannya.

Orang yang banyak melakukan perbuatan baik, jiwa yang suci, dan teguh imannya akan dibangkitkan dalam bentuk tubuh dan ruh yang sempurna. Sedangkan untuk orang yang banyak melakukan amal buruk akan dibangkitkan dengan tubuh dan ruh yang tidak sempurna.

3. Yaumul Mahsyar

Yaumul Mahsyar adalah hari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar. Setelah itu, mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk menjalani perhitungan amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Allah Swt. bersabda:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ

Artinya: Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?". (QS. Saba: 40)

4. Yaumul Hisab

Hisab artinya adalah perhitungan. Pada Yaumul Hisab adalah hari dihitungnya amal perbuatan manusia yang dicatat dalam sebuah buku.

Catatan tersebut akan diberikan pada posisi yang berbeda bergantung kepada amal ibadahnya selama hidup di dunia. Sebagaimana firman Allah:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا وَيَصْلَى سَعِيرًا إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا

Artinya: "Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!" Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir)." (QS. Al-Insyiqaq: 7-13)

5. Yaumul Mizan

Mizan memiliki arti neraca atau timbangan. Pada Yaumul Mizan, amalan manusia akan diperhitungkan dengan timbangan tanpa ada yang dirugikan. Allah Swt. berfiman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Artinya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya: 47)

Dari timbangan tersebut dapat diketahui di manakah seorang manusia akan ditempatkan. Allah Swt. bersabda:

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ

Artinya: "Barang siapa berat timbangan (kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Wajah mereka dibakar api neraka dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat." (QS. Al-Mu’minun: 102-104)

6. Yaumul Jaza

Jaza artinya adalah pembalasan. Pada Yaumul Jaza, manusia akan mendapatkan pembalasan dari Allah Swt, yakni surga dan neraka. Allah Swt. berfirman:

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى

Artinya: “Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi supaya Dia memberi balasan pada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan pada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).” (QS. An-Najm: 31)

Baca Juga: Perbedaan Arti Yaumul Hisab, Mizan, dan Jaza

Demikianlah penjelasan singkat tentang rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat sebelum seseorang dimasukkan ke surga atau neraka. Semoga dengan mengetahuinya membuat tersadar dan meningkatkan amal ibadah agar bisa mendapatkan surga Allah Swt.(MZM)