Rangkuman Peristiwa G30S/PKI, Tragedi Pasca Kemerdekaan Indonesia

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rangkuman peristiwa G30S/PKI merupakan peristiwa yang tidak pernah bisa dilupakan oleh bangsa Indonesia.
Tragedi yang terjadi 20 tahun usai kemerdekaan Indonesia ini memakan sangat banyak korban, termasuk para perwira tinggi TNI AD dan putri kedua Jenderal A.H. Nasution.
Rangkuman Peristiwa G30S/PKI
Dikutip dari buku Seri IPS SEJARAH, Drs. Prawoto, M.Pd., (2007:104), G30S/PKI alias Gerakan 30 September 1965 adalah gerakan kudeta yang dituding dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di bawah pimpinan dari D.N. Aidit.
Bertujuan untuk menggulingkan Presiden Ir. Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis, pemberontakan diawali oleh Letkol Untung, seorang anggota Cakrabirawa (pasukan pengawal pribadi Presiden Soekarno) yang memulai operasi penculikan para perwira tinggi TNI AD pada 30 September 1965 malam di Jakarta.
Tiga dari enam perwira TNI itu dan Letnan Satu Pierre Andries Tendean langsung dibunuh di rumah pada 1 Oktober 1965 dini hari. Sedangkan sisanya diculik dan disiksa sampai tewas di kawasan Lubang Buaya. Jenazah mereka kemudian ditemukan pada 3 Oktober 1965. Dua hari kemudian mereka ditetapkan sebagai pahlawan revolusi.
Jenderal A.H. Nasution, sang target utama berhasilkan meloloskan diri ke Kedutaan Besar Irak. Namun, Letnan Satu Pierre Tendean sebagai ajudannya tewas ditembak usai mengaku sebagai Jenderal A.H. Nasution. Begitu pula Ade Irma Nasution, putri kedua A.H. Nasution yang tertembak usai menjadi tameng bagi ayahnya dan meninggal 5 hari kemudian.
Tak perlu waktu lama, G30S PKI pun berhasil ditumpas oleh pemerintah yang dipimpin oleh Operasi Penumpasan G30S PKI yang dipimpin Panglima Kostrad dengan bantuan Divisi Siliwangi, Kavaleri, dan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo. Semua pihak yang terlibat di dalam G30S ditangkap dan diadili, termmasuk Letkol Untung yang memimpin operasi penculikan para jenderal.
Korban G30S PKI
Berlangsung di Jakarta dan Yogyakarta, selain Pierre Tendean dan Ade Irma, peristiwa ini juga menewaskan banyak korban lainnya, termasuk para perwira ini:
Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
Mayor Jenderal Raden Soeprapto
Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
Mayor Jenderal Siswondo Parman
Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
Agen Polisi Tingkat II Karel Sadsuitubun
Kolonel Inf. Katamso Darmokusumo
Letnan Kolonel Inf. Sugiyono Mangunwiyoto
Kesembilan perwira tersebut beserta Letnan Satu Pierre Andries Tendean kemudian ditetapkan sebagai pahlawan revolusi Indonesia.
Itulah rangkuman peristiwa G30S/PKI yang sangat kelam sepanjang sejarah Indonesia. (BRP)
