Bisnis
·
15 Februari 2021 14:03

Rasio Keuangan: Mengenal Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Rasio Keuangan: Mengenal Fungsi dan Jenis-Jenisnya (77040)
Ilustrasi Rasio Keuangan, Foto: Dok. freepik.com
Apakah Anda sudah familiar dengan istilah rasio keuangan? Bagi Anda yang berkecimpung di sektor manajemen dan keuangan, istilah ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga, mengingat istilah ini seringkali menjadi bahan pertimbangan kebijakan suatu perusahaan.
ADVERTISEMENT
Dari Buku Inti Sari Manajemen Keuangan oleh Handono Mardiyanto (2008: 55), rasio keuangan dapat didefinisikan sebagai sebuah metode analisa keuangan yang digunakan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil data dari laporan keuangan selama periode tertentu, hingga dapat diketahui kinerja maksimum keuangan perusahaan.
Karena digunakan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan, maka rasio keuangan kerap kali digunakan untuk mengambil kebijakan yang akan dilakukan perusahaan kedepannya.

Fungsi Rasio Keuangan

Rasio keuangan memiliki sejumlah fungsi yang berguna bagi perusahaan, diantaranya:
  • Untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan sebagai bahan evaluasi
  • Untuk melihat efektifitas penggunaan keuangan operasional perusahaan
  • Untuk mengetahui optimalisasi keuangan
  • Untuk melihat kemampuan perkembangan perusahaan kedepannya

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Rasio keuangan setidaknya terbagi atas 4 jenis, yang diuraikan dalam poin-poin berikut ini.
ADVERTISEMENT
1. Rasio Likuiditas: Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Contoh Rasio Likuiditas: Rasio Kas, Rasio Cepat, dan Rasio Lancar.
2. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas: Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau profit bagi perusahaan.
Contoh rasio Profitabilitas dan Rentabilitas: GPM (Gross Profit Margin), OPM (Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return to Total Asset), dan ROE (Return On Equity).
3. Rasio Pengungkit atau Solvabilitas: Digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan.
Contoh Rasio Pengungkit: Rasio Total Hutang terhadap Modal Sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, dan TIE (Time Interest Earned).
4. Rasio Aktivitas: Digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya, baik dalam kegiatan pembelian, penjualan, dan kegiatan lainnya. Rasio aktivitas terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu rasio nilai pasar dan rasio efisiensi atau perputaran.
ADVERTISEMENT
Contoh Rasio Aktivitas Nilai Pasar: PER (Price Earning Ratio), PBV (Price to Book Value), Dividend Yield, dan Dividend Payout Ratio.
Contoh Rasio Aktivitas Efisiensi: Rasio Perputaran Persediaan, Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.
Demikian ulasan mengenai pengertian, fungsi, serta jenis-jenis rasio keuangan. Semoga bermanfaat!
(RYFA)