Renungan Harian Pagi Kristen Galatia 3: 23-29

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sering kita mendengarkan seseorang mengucapkan janji, tetapi tidak dipenuhi. Misalnya, ketika mendekati masa-masa pemilu banyak janji-janji yang disampaikan untuk menarik hati masyarakat. Tidak semua janji terpenuhi, seringkali kita justru mendapat kekecewaan dari janji tersebut. Berbeda dengan janji manusia, Tuhan Allah selalu menepati janjinya kepada manusia. Janji Allah yang disampaikan selalu dipenuhi, misalnya pada Abraham tentang keturunannya. Hal tersebut dapat kita temukan di renungan harian dengan membaca Alkitab. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai renungan harian pagi Kristen Galatia 3: 23-29. Harapannya kita semakin dekat dengan Tuhan Allah dan mengerti isi firmanNya.
Bacaan Renungan Galatia 3
Dikutip dari buku Renungan Harian yang ditulis oleh Tim Penulis RH (2022: 12), berikut adalah bacaan renungan pagi Kristen Galatia 3: 23-29
Bacaan Ayat Alkitab: Galatia 3: 15-29
Nelson Mandela adalah seorang kepala negara kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Patung perunggu seberat 4,5 ton di pekarangan gedung pemerintah Union menjadi sebuah penghargaan untuk mengenang beliau yang sudah mengusahakan kesatuan dan rekonsiliasi sehingga Afrika Selatan sekarang menjadi negara demokratis yang merangkul semua bangsa. Dia adalah seorang tokoh penentang apartheid yang terkenal dengan mottonya “Ayo kita bersatu!”
Sikap membeda-bedakan juga terjadi di jemaat Galatia. Jemaat Galatia terdiri dari orang-orang yang berbeda latar belakang dan status sosial (ay. 28) sehingga Paulus meyakinkan bahwa mereka adalah satu di dalam Kristus dan sama-sama memperoleh janji keselamatan (ay. 29). Semua sama dan perlu untuk saling mendukung dalam pertumbuhan rohani (Gal. 5: 14-15; 6: 2). Apalagi jemaat yang termasuk keturunan Yahudi juga mulai sombong karena merasa memiliki hukum taurat dan merasa lebih unggul dari bangsa non-Yahudi sehingga Paulus membongkar kesombongan dan tindakan rasis ini.
Selama seseorang berada dalam Kristus, dia adalah saudara kita. Yesus Kristus selalu menyertai dan menepati janjiNya. Entah ia berasal dari suku yang lain dengan kita, tetaplah ia saudara kita dalam Tuhan. Setiap orang yang mengakui Kristus adalah Tuhan adalah murid Kristus. Oleh karena itu, sesama kita juga perlu ditolong untuk bertumbuh. Demikian renungan pagi Kristen Galatia 3: 23-29 Alkitab. Semoga kasih Kristus menyertai kamu, Amin! (CHL)
