Konten dari Pengguna

Renungan Kristen Lukas 13: 1–9 Tentang Pertobatan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Renungan Kristen Lukas 13: 1–9. (Foto: reenablack by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Renungan Kristen Lukas 13: 1–9. (Foto: reenablack by https://pixabay.com/id/)

Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tidak ada satupun manusia di dunia yang tidak pernah berbuat dosa. Oleh karena itu, Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa umat manusia. Yesus dengan darahNya yang kudus telah mengampuni dosa umat manusia. Sebagai umat Kristen yang taat, sudah waktunya kita bertobat dan menjalankan firman Tuhan sebaik mungkin. Renungan Kristen Lukas 13: 1–9 menjelaskan tentang pertobatan yang perlu dipahami oleh umat kristiani. Harapannya kita semua dapat menjalani hidup baru dengan Tuhan Allah.

Memahami Renungan Kristen Lukas 13 Ayat 1–9

Ilustrasi Renungan Kristen Lukas 13: 1–9. (Foto: Pexels by https://pixabay.com/id/)

Lukas 13: 1 mengatakan, “Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampur Pilatus dengan darah kurban yang mereka persembahkan”. Kata ‘Pada waktu itu’ sebenarnya bukan untuk menyampaikan keterangan waktu, tetapi kelanjutan ayat yang akan dibicarakan selanjutnya. Dikutip dari buku Pelajaran Hayat Lukas yang ditulis oleh Witness Lee, Tuhan memakai dua peristiwa dalam Lukas 13: 1–5 untuk mengingatkan orang-orang Yahudi bahwa sekarang adalah waktunya mereka bertobat. Kalau tidak, mereka semua akan binasa seperti korban dari dua peristiwa tersebut.

Perumpamaan menunjukkan bahwa Allah sebagai pemilik data di dalam Putra untuk mencari buah orang Yahudi yang diumpamakan sebagai pohon ara. Dia telah mencari buah tersebut selama tiga tahun, tetapi tidak menemukan satu buah pun. Dia ingin menebangnya, tetapi Allah Putra sebagai pengurus kebun anggur berdoa bagi mereka. Akhiran ia meminta harapan agar dapat bertobat dan menghasilkan buah.

Dalam Lukas 13: 1–9, Allah menganggap orang-orang Yahudi sebagai pohon ara. Ketiak Allah tidak menemukan buah pada pohon ini, Dia hendak menebangnya. Namun, Yesus sebagai pengurus kebun anggur mohon agar Bapa tidak melakukan hal tersebut. Oleh karena orang-orang Yahudi tidak bertobat, maka Yesus mati, bangkit, dan Roh itu datang.

Semoga renungan Alkitab Lukas 13: 1–19 di atas dapat kita pahami dan laksanakan di kehidupan sehari-hari, Amin! (CHL)