Rumus Bilangan Bulat dan Contoh Soalnya dalam Matematika

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemahaman tentang rumus bilangan bulat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai soal yang berkaitan dengan operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dalam buku Kupas Matematika SMP untuk Kelas 1, 2 , dan 3, (Ari Damari, 2009:14), disebutkan bahwa bilangan bulat yaitu bilangan yang terbagi menjadi bilangan bulat positif, bilangan nol, serta bilangan bulat negatif. Contohnya adalah -2, -1, 0, dan 1.
Rumus Bilangan Bulat dan Contoh Soalnya
Bilangan bulat sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari seperti suhu hingga keuntungan dan kerugian. Karena itu, memahami rumus bilangan bulat dan contoh soalnya dalam Matematika sangat penting. Berikut penjelasannya:
1. Penjumlahan Bilangan Bulat
Rumusnya adalah a + b = c. Apabila kedua bilangan memiliki tanda yang sama, jumlahkan angkanya lalu jangan ubah tandanya. Apabila tidak sama, kurangkan oleh angka lebih besar, lalu lihat tandanya. Contoh soalnya 9 + 1 = 10, kemudian −4 + 9 = 5.
2. Pengurangan Bilangan Bulat
Rumus dari pengurangan bilangan bulat yakni a − b = a + (−b). Pengurangan bilangan bulat diubah menjadi penjumlahan lawannya. Aturan tanda tetap berlaku seperti penjumlahan. Misalnya, 7 − (−2) menjadi 7 + 2 = 9. Sementara −6 − 4 = −10.
3. Perkalian Bilangan Bulat
Jika dua bilangan bertanda sama dikalikan, hasilnya positif. Jika tandanya berbeda, hasilnya negatif. Contoh: (−4) × (−3) = 12 dan (−5) × 2 = −10. Aturan ini berlaku pada semua jenis soal perkalian bilangan bulat.
4. Pembagian Bilangan Bulat
Rumusnya adalah a : b = c. Aturan dari pembagian bilangan bulat sama dengan aturan yang dipakai oleh aturan pada perkalian. Contoh: 12 : (−3) = −4 dan (−15) : (−5) = 3. Bilangan tidak dapat dibagi nol.
5. Perpangkatan Bilangan Bulat
Rumusnya yaitu aⁿ. Apabila bilangan negatif dipangkatkan bilangan ganjil, maka hasilnya adalah bilangan negatif. Sebaliknya, apabila dipangkatkan oleh bilangan genap, hasilnya positif. Contoh: (−2)² = 4 dan (−3)³ = −27.
6. Akar Bilangan Bulat
Akar dari bilangan bulat umumnya merujuk pada akar kuadrat. Akar dari bilangan positif tetap bilangan bulat. Contoh: √25 = 5. Namun √(−16) tidak termasuk bilangan bulat karena hasilnya imajiner.
Rumus bilangan bulat dan contoh soalnya dalam Matematika menjadi dasar penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan sistematis. Siswa dapat menyelesaikan persoalan dengan lebih tepat melalui rumus-rumus tersebut. (NOV)
Baca juga: Panduan Cara Menjumlahkan Bilangan Bulat dalam Matematika
