Rumus Hukum Ohm dan Contoh Soalnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumus hukum Ohm merupakan salah satu ilmu dasar dari ilmu elektronika. Hukum Ohm menjelaskan tentang kuat arus listrik dalam penghantar sebanding dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar tersebut.
Dengan memahami hukum Ohm, hal ini dapat berguna untuk membantu dalam menghitung arus, tegangan, atau resistensi dari suatu rangkaian listrik. Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui rumus hukum Ohm dan contoh soalnya.
Rumus Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan hubungan antara kuat arus, tegangan, dan resistansi jaringan. Adapun bunyi hukum Ohm, yaitu:
"Kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar, asalkan suhu penghantar tersebut tidak berubah."
Dalam buku Teori Umum Teknik Elektronika karya Daryanto dijelaskan bahwa nama hukum Ohm diambil dari seorang ahli fisika dan juga matematika asal Jerman, Georg Simon Ohm. Ia adalah orang pertama yang meneliti hubungan antara kuat arus listrik dan beda potensial di sebuah penghantar.
Pada penelitian tersebut, Ohm menemukan hubungan yang matematis antara kuat arus listrik dan beda potensial yang pada akhirnya dikenal dengan nama hukum Ohm.
Diketahui bahwa semakin besar beda potensial yang muncul, kuat arus yang mengalir juga akan semakin besar. Besarnya perbandingan antara beda potensial dan kuat arus listrik selama sama atau konstan.
Secara matematis, rumus hukum Ohm dapat ditulis sebagai berikut.
V = I.R
Keterangan:
I = arus listrik yang mengalir di dalam sebuah penghantar dalam satuan Ampere
V = tegangan listrik yang ada di kedua ujung penghantar dalam satuan Volt
R = nilai hambatan listrik atau resistensi yang terdapat di suatu penghantar dalam satuan Ohm
Dari rumus hukum Ohm tersebut, didapat persamaan-persamaan di antaranya:
Untuk menghitung besar voltase listrik menggunakan rumus: V = I. R
Untuk meghitung kuat arus listrik menggunakan rumus: I = V / R
Untuk menghitung nilai resistensi dari sebuah hambatan menggunakan rumus: R = V / I
Baca Juga: 4 Contoh Soal Kubus dan Balok beserta Penyelesaiannya dalam Mapel Matematika
Contoh Soal Hukum Ohm
Berikut beberapa contoh soal untuk memahami penerapan Hukum Ohm:
1. Pada suatu rangkaian listrik sederhana terdapat penyuplai daya dengan tegangan 10 Volt dan beban dengan hambatan 10 Ohm. Berapakah besarnya kuat arus pada rangkaian tersebut?
Pembahasaan:
I = V / R
= 1o / 10
= 1 A
Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut sebesar 1 Ampere.
2. Diketahui nilai tegangan pada suatu rangkaian sebesar 24 Volt dan nilai arus yang terbaca pada amperemeter sebesar 10 mA. Berapakah nilai resistensinya?
Pembahasan:
Diketahui besar arus (I) = 10 mA = 0,001 A
R = V / I
= 24 / 0,001
= 2400 Ohm
Jadi, resistensi pada rangkaian tersebut sebesar 2400 Ohm atau 2,4 kilo Ohm.
(SA)
