Rumus Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai yang Wajib Dikuasai

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran Matematika, rumus perbandingan senilai dan berbalik nilai merupakan materi dasar yang wajib dikuasai. Konsep ini sering dijumpai baik dalam soal-soal ujian maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Materi tentang perbandingan sering digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seputar kecepatan, jarak, waktu, harga, maupun tingkat konsumsi. Selain itu, materi ini juga melatih murid untuk berpikir secara logis dan sistematis.
Rumus Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai
Dikutip dari buku Belajar Literasi Numerasi Matematika untuk Siswa SMP Kelas 7, Dian Armanto, dkk., (2023), ada perbedaan rumus perbandingan senilai dan berbalik nilai.
Perbandingan senilai sendiri merupakan perbandingan dua variabel atau lebih dari besaran sejenis dengan nilai yang sama. Jika nilai satu komponen mengalami kenaikan, maka komponen yang lain juga mengalami kenaikan pula.
Sebagai contoh, jika harga 1 buku adalah Rp2.000, maka harga 5 buku adalah Rp10.000.
Rumus perbandingan senilai adalah sebagai berikut:
a1/b1= a2/b2
Sementara itu, perbandingan berbalik nilai adalah kebalikannya. Jika satu variabel naik, maka variabel lainnya justru akan mengalami penurunan. Misalnya semakin banyak pekerja, waktu yang dibutuhkan semakin singkat.
Rumus perbandingan berbalik nilai adalah sebagai berikut:
a1/b2=a2/b1
Keterangan:
a dan b adalah dua jenis variabel
Angka indeks menunjukkan nilai sebelum dan sesudah perbandingan
Contoh Soal dan Pembahasan
Untuk memperdalam pemahaman terkait perbandingan senilai dan berbalik nilai, berikut ini contoh soal dan pembahasan yang dapat dicermati.
Soal 1 (Senilai)
Jika 3 buku seharga Rp60.000, berapa harga 5 buku dengan jenis yang sama?
Jawaban:
Diketahui: a1= 3, a2= 5, b1= Rp60.000, b2 = ?
Rumus:
a1/b1= a2/b2
3/60000= 5/b2
b2= (60000 x 5)/3
b2= 100.000
Jadi, harga 5 buku adalah Rp100.000
Soal 2 (Berbalik Nilai)
4 pekerja menyelesaikan pekerjaan dalam 12 hari. Berapa hari dibutuhkan jika ada 6 pekerja?
Jawaban:
Diketahui: a1=4, a2= 6, b1= 12, b2=?
Rumus:
a1/b2=a2/b1
4/b2=6/12
b2=(4 x 12)/6
b2=8
Jadi, jumlah hari yang diperlukan oleh 6 pekerja adalah 8 hari.
Itulah rumus perbandingan senilai dan berbalik nilai yang wajib dikuasai. Supaya lebih mahir tentu perlu memperbanyak latihan soal-soal yang beragam. Selamat belajar! (rudin)
Baca Juga: 10 Soal Volume Kubus dan Balok Kelas 5 agar Belajar Makin Seru
