Sapardi Djoko Damono dan Puisi Hujan Bulan Juni yang Difilmkan

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sapardi Djoko Damono merupakan sastrawan legendaris Indonesia yang dikenal berhasil menelurkan banyak karya sasta. Mulai dari menulis puisi hingga menulis buku atau novel. Bahkan ada juga hasil karyanya yang berhasil diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar lho!
Film tersebut adalah Hujan Bulan Juni yang berhasil tayang pada November 2017 silam. Film tersebut sendiri diangkat melalui sebuah novel karya Sapardi Djoko Damono yang merupakan tafsiran dari puisi berjudul serupa.

Film Hujan Bulan Juni sendiri menceritakan tentang kisah cinta antara Adipati Dolken (Sarwono) dan Velove Vexia (Pinkan) yang mendapat banyak rintangan karena perbedaan diantara mereka, dan bagaimana mereka menghadapi masalah-masalah tersebut.
Tidak hanya dibintangi oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia, film tersebut juga turut menampilkan sosok sang penyair asli Hujan Bulan Juni, yakni Sapardi Djoko Darmono yang berperan sebagai ayah dari Sarwono. Selain itu, film ini juga menghadirkan Ira Wibowo, Baim Wong, dan Surya Saputra.
Karya Sapardi Djoko Darmono, Hujan Bulan Juni
Bagi kamu yang belum pernah membaca karya sastra Sapardi Djoko Darmono, berikut puisi berjudul Hujan Bulan Juni yang perlu kamu tahu.
Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunnga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Jika kamu tertarik untuk menonton film Hujan Bulan Juni, kamu bisa langsung streaming film karya Sapardi Djoko Darmono tersebut lewat Netflix ataupun Viu ya!
Sebagai informasi tambahan, Sapardi Djoko Darmono sebenarnya tidak hanya dikenal sebagai seorang penyair atau sastrawan saja, Beliau juga dikenal sebagai seorang akademisi. Menurut informasi yang dikutip melalui Kemendikbud, beliau merupakan dosen, pengamat sastra, kritikus sastra sekaligus pakar dalam urusan sastra. (HAI)
