Satuan Suhu dalam Sistem Internasional agar Tak Salah Ukur

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Satuan suhu dalam sistem internasional adalah Kelvin. Apa perbedaan dari satuan suhu dalam sistem internasional dengan satuan suhu yang biasa digunakan di Indonesia? Supaya lebih jelas, mari kita simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Satuan Suhu dalam Sistem Internasional
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa satuan suhu dalam sistem internasional adalah Kelvin. Satuan ini tentu berbeda dengan satuan suhu yang umum digunakan di Indonesia, yakni Celsius. Sebenarnya keduanya sama-sama satuan suhu, tapi derajatnya berbeda. Adapun rumus konversi Celsius dan Kelvin, yaitu:
C = K – 273 atau K = C + 273
Berdasarkan rumus tersebut dapat dipahami bahwa baik Celsius maupun Kelvin, keduanya merupakan satuan suhu, tapi memiliki besaran atau nilai yang berbeda. 100 derajat Celsius tidaklah sama degan 100 derajat Kelvin.
Fungsi dari adanya satuan suhu dalam sistem internasional adalah untuk menetapkan dasar pengukuran yang diakui oleh seluruh dunia. Sederhananya, agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini.
A: “Tolong panaskan air sampai 40 derajat, ya!”
B: “Ok”.
Ketika B memanaskan air dan mengukurnya dengan termometer Kelvin, air tersebut sudah 40 derajat, tapi masih dingin.
A: “Ini sudah 40 derajat? Kenapa masih dingin, ya?”
B: “40 Kelvin memang sedingin ini.”
Ya, kurang lebih seperti itulah gambaran tentang pentingnya satuan dalam sistem internasional. Selain suhu, ada pula beberapa satuan dalam sistem internasional. Berikut adalah satuan internasional dalam sistem MKS (MKS) yang dilansir dari buku “45 Menit Mahir Fisika untuk SMP” karya Mahendra Surya (2008: 8), yaitu:
Panjang = Meter (m)
Massa = Kilogram (Kg)
Waktu = Sekon (S)
Gaya = Newton (N)
Energi = Joule (J)
Kecepatan = m/s
Masa Jenis = kilogram per meter kubik.
Percepatan = meter per sekon pangkat dua.
Muatan Elektron = Coulumb
Sekian informasi tentang satuan dalam sistem internasional kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat membantumu untuk memahami dasar-dasar ilmu fisika. Sampai jumpa di pembahasan fisika lainnya di Berita Terkini! (AA)
