Konten dari Pengguna

Sebutan Ilmu yang Mempelajari Klasifikasi Makhluk Hidup

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Klasifikasi. (Foto: RonBerg by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Klasifikasi. (Foto: RonBerg by https://pixabay.com)

Dalam ilmu biologi, pengelompokan makhluk hidup disebut klasifikasi, dan ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut dengan taksonomi. Klasifikasi merupakan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan perbedaan dan persamaan cirinya. Terdapat beberapa cara pengelompokan makhluk hidup yang dilakukan dengan berbagai dasar, yaitu morfologi, anatomi, fisiologi, sampai sejarah evolusinya (filogeni).

Dikutip dari buku Klasifikasi Hewan: Penamaan, Ciri, & Pengelompokannya yang ditulis oleh Lilis Sri Astuti (2007: 1), sistem klasifikasi pertama kali dikenalkan oleh Carolus Linnaeus pada abad ke-18. Linnaeus melakukan pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri dan pemberian namanya menggunakan sistem nama ganda yang dikenal dengan binomial nomenclature.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ilmu taksonomi dalam pengelompokkan makhluk hidup.

Sebutan Ilmu yang Mempelajari Klasifikasi Makhluk Hidup

Ilustrasi Klasifikasi. (Foto: WolfBlur by https://pixabay.com)

Dari hasil penelitian, diperkirakan jumlah jenis tumbuhan di bumi lebih dari 1 juta, sedangkan jumlah jenis hewan lebih dari 1 juta. Setiap tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya dikelompokkan menjadi beberapa bagian sesuai dengan karakternya.

Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut dengan taksonomi. Apa manfaat dari mempelajari klasifikasi? Berikut adalah 3 manfaat mempelajari klasifikasi makhluk hidup:

  1. Dengan mengetahui ciri-ciri, hubungan kekerabatan, dan interaksinya dengan lingkungan, manusia dapat mengetahui berbagai manfaat makhluk hidup tersebut secara langsung.

  2. Dengan mengetahui sifat-sifat unggul makhluk hidup, manusia dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan.

  3. Pengenalan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya dapat dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang memberikan berbagai manfaat kepada manusia. Misalnya, ular adalah reptil pemakan tikus di sawah. Keberadaan ular sangat bermanfaat untuk menjaga populasi tikus di sawah. Apabila jumlah ular berkurang akibat perburuan secara massal, secara otomatis populasi tikus akan meningkat karena tidak ada predator yang mengontrol perkembangan populasinya.

Dalam sistem klasifikasi, pengelompokan dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Makhluk hidup yang mempunyai kesamaan ciri dikelompokkan menjadi satu kelompok, sedangkan yang memiliki perbedaan ciri akan dimasukkan ke dalam kelompok yang lain. Semoga bermanfaat! (CHL)