Sejarah Bani Umayyah di Damaskus

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Bani Umayyah di Damaskus sangat panjang. Dahulu, kedatangan Islam menyebabkan sebagian besar Bani Umayyah menentang agama baru ini beserta pembawanya, Muhammad Saw.
Kemudian Allah Swt memberikan petunjuk kepada Bani Umayyah. Mereka pun akhirnya menjadi pendukung utamanya dan berpartisipasi dalam berbagai ekspansi dan penaklukan.
Sejarah Bani Umayyah di Damaskus sebagai Khalifah Pertama setelah Khulafaur Rasyidin
Dukungan dan partisipasi Bani Umayyah kepada Islam sangat kuat. Hal ini berlangsung hingga terjadinya pembunuhan khalifah Utsman bin Affan.
Sejak itulah muncul konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiah bin Abu Sufyan, ihwal terbunuhnya sang Khalifah serta hukuman qishash terhadap pembunuhnya.
Namun, ada pendapat dari pakar sejarah bahwa perseteruan antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah sebenarnya telah terjadi sebelum Islam datang. Al-Maqrizi menulis sebuah buku berjudul An-Naza' wa At-Takhashum fi ma baina Bani Umayyah wa Bani Hasyim. Al-Maqrizi mengklaim bahwa perseteruan antara kedua Bani tersebut telah mengakar dan berlangsung lama.
Kekhalifahan Dinasti Umayyah tidak terlepas dari peran Muawiyah bin Abu Sufyan. Muawiyah masuk Islam sebelum peristiwa Fathu Makkah, disusul kedua orangtuanya.
Muawiyah bin Abu Sufyan menemani Nabi dan menjadi salah satu juru tulisnya. Mengutip buku Buku Pintar Sejarah Islam, Qasim a. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh (2014), Muawiyah bin Abu Sufyan memimpin daerah Damaskus pada masa kekhalifahan Umar setelah kematian saudaranya, Yazid bin Abu Sufyan pada 19H hingga masa kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan.
Muawiyah bin Abu Sufyan kemudian berperang melawan Khalifah Ali bin Abu Thalib dan Hasan karena tidak terima oleh kematian Khalifah Utsman. Muawiyah tidak mau mengakui Ali sebagai Khalifah sampai tuntutannya untuk membalas pembunuhan Utsman terselesaikan.
Perang antar sesama Islam akhirnya berakhir ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh. Setelah itu, pemimpin kekhalifahan diserahkan sementara kepada Hasan bin Ali.
Hasan bin Ali tidak memimpin dalam waktu lama. Beliau lebih memilih untuk menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah. Di saat inilah, periode kekhalifahan Khulafaur Rasyidin berakhir dan dimulailah kekuasaan kekhalifahan Bani Umayyah.
Baca Juga: Sejarah Kebudayaan Islam, Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah
Demikian sejarah Bani Umayyah di Damaskus. Damaskus menjadi pilihan ibukota karena Muawiyah sendiri dulu menjabat Gubernur Damaskus sehingga beliau lebih memilih memindahkan ibukota kekhalifahan dari Madinah ke Damaskus.
