Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Kartini dan Perjuangan Pahlawan Emansipasi Wanita

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ibu Kartini. (Foto: https://www.flickr.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu Kartini. (Foto: https://www.flickr.com)

Dikutip dari buku Antologi Laporan Hasil Teks Biografi yang ditulis oleh SMKN 30 Jakarta X Busana Butik (2017: 116), Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal dengan Ibu Kartini merupakan tokoh wanita yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita dan sangat terkenal di Indonesia.

Sejarah Hari Kartini

Setiap tahunnya kita merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April yang bertepatan dengan tanggal lahir R. A. Kartini, yaitu 21 April 1879. RA Kartini merupakan seorang perempuan yang memiliki keinginan yang gigih dan haus akan ilmu pengetahuan yang membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, ayahnya tidak memberikan izin untuk melanjutkan sekolah.

Kemudian Kartini tidak boleh lagi keluar dari rumah sampai waktunya ia menikah (dipingit). Lantas, Kartini pun menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca buku ilmu pengetahuan untuk menghilangkan rasa bosan dan suntuk di rumah. Bagi Kartini, membaca buku merupakan rutinitas harian yang ia lakukan, sehingga pengetahuan dan wawasannya kian bertambah.

Kartini juga membaca banyak karya dan pemikiran wanita Eropa. Ia sangat kagum dengan kebebasan wanita Eropa untuk bisa terus bersekolah. Rasa kagum tersebut semakin bertumbuh dan menjadi landasan bagi Kartini untuk menginspirasi dan memajukan wanita Indonesia juga.

Kartini sempat memohon kepada Mr. J. H. Abendanon untuk memberikan ia beasiswa sekolah di Belanda, tetapi ia sudah dinikahkan oleh Adipati Rembang bernama Raden Adipati Joyodiningrat sebelum permohonan itu sempat dikabulkan. Walau begitu, Kartini beruntung memiliki suami yang mendukung cita-citanya dan membantu dia untuk mendirikan Sekolah Wanita di berbagai daerah, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan sebagainya. Sekolah wanita itu dikenal dengan Sekolah Kartini.

Kartini terus menyuarakan perubahan dan membawa perjuangan perempuan untuk mengklaim keberadaan perempuan dalam kehidupan bangsa. Substansi pemberontakan Kartini dapat ditemukan dalam kumpulan suratnya yang sudah diterbitkan, yaitu “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kartini pun dikenang sebagai pahlawan Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita.

Demikianlah sejarah Hari Kartini dan perjuangannya sebagai pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Semoga informasi tersebut bermanfaat, ya. (CL)