Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Puisi Sedunia Tanggal 21 Maret

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hari Puisi. Sumber: Suzy Hazelwood/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Puisi. Sumber: Suzy Hazelwood/Pexels.com

Hari Puisi Sedunia atau World Poetry Day diperingati setiap tanggal 21 Maret. Apa tujuan dari peringatan Hari Puisi Sedunia? Yuk, pelajari sejarah Hari Puisi Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret dalam ulasan berikut ini.

Sejarah Hari Puisi Sedunia

Hari Puisi Sedunia tercipta saat adanya Konferensi Umum Ke-30 yang diselenggarakan di Paris, Perancis. Konferensi Umum tersebut berlangsung pada tahun 1990. Pada saat itulah, UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) mengesahkan peringatan Hari Puisi Sedunia.

Untuk apa peringatan Hari Puisi Sedunia itu ditetapkan?

Salah satu tujuan ditetapkannya Hari Puisi Sedunia adalah untuk mendukung keragaman kebahasaan melalui puisi serta meningkatkan kesempatan dalam menikmati puisi yang hampir terancam punah. Kalau kamu, apakah masih suka membaca atau menulis puisi?

Ilustrasi Membaca Puisi. Sumber: Thought Catalog/Pexels.com

Enaknya Menulis Puisi

Seiring dengan berkembangnya media sosial, beberapa orang memilih untuk menulis secara singkat hanya untuk kepentingan update status, caption, dan sebagainya. Beberapa juga memilih untuk mengutarakan perasaannya melalui media sosial. Hal ini memang merupakan hak bagi setiap orang untuk mengekspresikan dirinya.

Jauh sebelum berkembangnya media sosial, manusia terbiasa untuk menulis puisi sebagai sarananya dalam mengekspresikan perasaan. I Wayan Ardika (2020: 3) dalam buku Asiknya Menulis Puisi menjelaskan bahwa puisi merupakan bentuk karya sastra yang dibuat sebagai ungkapan perasaan penulis atau penyair yang ditulis dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan menggunakan kata-kata kiasan.

Nah, pemilihan kata inilah yang membuat puisi memiliki daya tarik bagi pembacanya!

Pembaca puisi memang tak semuanya bisa mengenal penyairnya. Namun, hal inilah yang terkadang membuat daya tarik sebuah karya puisi semakin lekat. Pasalnya, penafsiran pembaca dan rasa yang dimiliki oleh setiap pembaca tentu akan berbeda-beda. Berbeda kata berbeda magisnya, berbeda pembaca berbeda pula sanya. Jadi, kapan mau baca dan tulis puisi lagi?

Mari lestarikan karya sastra yang indah ini agar selalu ada sampai generasi-generasi selanjutnya. Sekian ulasan tentang sejarah Hari Puisi Sedunia kali ini, sampai jumpa lagi. (AA)