Konten dari Pengguna

Sejarah Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu di Bali

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perayaan Hari Raya Nyepi. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Perayaan Hari Raya Nyepi. Sumber: unsplash.com

Hari Raya Nyepi adalah peringatan tahun baru bagi umat Hindu menurut kalender Saka. Di Bali sendiri, perayaan Nyepi memiliki sejarah yang berasal dari India dan berbagai rangkaian upacara adat di dalamnya. Lantas, bagaimana sejarah Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Bali? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Sejarah Hari Nyepi bagi Umat Hindu di Bali

Perayaan Hari Raya Nyepi. Sumber: unsplash.com

Mengutip dari buku Nyepi: Kebangkitan, Toleransi, dan Kerukunan karya Nyoman S. Pendit (2001), Nyepi memiliki arti sepi, di mana umat Hindu di Bali harus bisa menahan hasrat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, menghidupkan perapian, hingga mengucapkan kalimat-kalimat tertentu.

Dalam sejarah Hari Raya Nyepi, mereka harus berpegang teguh menjauhi segala sesuai yang dilandasi dengan napsu dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk mensucikan Bhuana Alit (manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Bagi umat Hindu, perayaan Nyepi diyakini sebagai awal Tahun Pembaruan, yakni terjalinnya toleransi umat beragama yang rukun. Keyakinan tersebut dilatarbelakangi oleh sejarah yang mengatakan bahwa Hari Raya Nyepi diciptakan karena adanya pertikaian antarsku bangsa. Perseteruan panjang tersebut berakhir setelah Raja Kaniskha 1, seorang pemimpin suku Saka yang mahsyur berhasil merukunkan suku-suku tersebut.

Adapun rangkaian upacara Nyepi yang dilakukan oleh umat Hindu bertujuan untuk mensucikan diri sekaligus meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa rangkaian upacara tersebut.

1. Upacara Melasti

Upacara melasti bertujuan membersihkan segala kotoran, baik fisik maupun pikiran demi kehidupan manusia yang sejahtera dengan menggunakan arca, pretima, dan barong sebagai simbol pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

2. Pemujaan

Setelah itu, umat Hindu menghaturkan bhakti di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman.

3. Tawur Agung

Tawur agung adalah proses pengembalian sari-sari alam agar tercipta keseimbangan. Ucapara ini ditujukan kepada Butha yang diyakini bisa memberkati kehidupan manusia menjadi harmonis.

4. Nyepi

Dilakukan selama 24 jam, mulai dari terbitnya matahari hingga matahari terbit kembali besok. Umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama waktu Nyepi.

(Anne)