Sejarah Kitab Injil pada Awalnya Ditulis dengan Bahasa Suryani

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iman kepada kitab-kita Allah SWT, termasuk dalam rukun iman ketiga. Adapun iman kepada kitab-kitab Allah SWT mengartikan bahwa kita mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT, telah menurunkan kitab-kitabnya kepada para rasul sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Kitab-kitab tersebut mengandung perintah, larangan, janji, dan ancaman Allah SWT. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerja SMP/MTs Kelas VIII yang ditulis oleh Aris Abi Syaifullah, dkk (2021: 30), terdapat 4 kitab yang diturunkan oleh Allah ke dunia ini,, yaitu taurat, zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih spesifik mengenai sejarah kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa Suryani untuk menambah wawasan.
Sejarah Mengenal Lebih Dekat: Kitab Injil
Secara berurutan mulai dari yang tertua, keempat kitab yang wajib diyakini adalah taurat, zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Ya, kitab Injil merupakan kitab tertua ketiga yang diturunkan oleh Allah ke dunia ini. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa pada permulaan abad 1 M. Kitab Injil diwahyukan di daerah Yerusalem.
Kitab Injil pada awalnya ditulis dengan bahasa Suryani dan kemudian kitab ini menjadi pedoman bagi Nabi Isa a.s., yakni kaum Nasrani, sebagaimana Allah berfirman pada QS Maryam ayat 30:
“Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberikan Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”
Kitab Injil berisi ajaran pokok yang sama dengan kitab-kitab sebelumnya. Secara umum kitab Injil berisi tentang:
Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt.
Membenarkan keberadaan kitab taurat.
Menghapus beberapa hukum dalam Kitab Taurat yang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa a.s., yaitu Nabi Muhammad saw. (disamping ada di Kitab Injil, penjelasan ini juga terdapat dalam Kitab Taurat.
Kitab Injil menjadi pedoman bagi para pengikut agama Nasrani agar melaksanakan hukum-hukum Allah Swt. yang dibawa oleh Nabi Isa a.s. Nabi Isa mengajarkan agar kaumnya taat kepada hukum-hukum Allah dan tidak terlena dengan gemerlap harta dan dunia. (CHL)
