Konten dari Pengguna

Sejarah Nasionalisasi De Javasche Bank Menjadi Bank Indonesia

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi setelah dinasionalisasi, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia, sumber gambar: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi setelah dinasionalisasi, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Setelah dinasionalisasi, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia. Perubahan ini tentunya tidak terjadi begitu saja karena sejarah yang dilalui cukup rumit dan panjang.

Bank yang telah berdiri sejak tahun 1828 tersebut harus dinasionalisasi menurut sejumlah massa dan elite Indonesia. Tokoh yang mengungkapkan gagasan nasionalisasi bank tersebut adalah Mr. Jusuf Wibisono yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan Kabinet Sukiman.

Sejarah Nasionalisasi De Javasche Bank

Ilustrasi setelah dinasionalisasi, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Mengutip buku Proyeksi Perbankan di Era Disrupsi oleh Aprizal Yusril (2019), De Javasche Bank merupakan bank yang berdiri sejak abad ke-19. Bank ini termasuk bank swasta pertama yang didirikan oleh pemerintah hindia Belanda.

Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh De Javasche Bank adalah mengamankan surat berharga, mengedarkan mata uang, dan memberikan kebijakan kredit kepada pengusaha.

De Javasche Bank merupakan suatu institusi keuangan yang didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Bank ini memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Negara. Pasalnya, De Javasche Bank memiliki wewenang untuk mengatur sistem moneter.

Proses nasionalisasi De Javasche Bank dilakukan dengan cara membeli saham-saham DJB kepada para pemiliknya. Mendapatkan saham tersebut tentunya tidak mudah karena membutuhkan diplomasi yang baik dan solid. Dalam hal ini, M. Saubari dan Khouw Bian tampil maksimal dalam melaksanakan tugasnya.

Proses nasinalisasi De Javasche Bank berlangsung sejak 1951 – 1953. Hal ini semakin menemukan titik balik saat disahkannya UU No. 11 Tahun 1953 tentang Bank Indonesia. UU tersebut menjadi awal baik bagi berdirinya Bank Indonesia sebagai pengganti dari De Javasche Bank.

Peran Bank Indonesia bukan hanya sebagai bank sirkulasi, namun juga sebagai Bank Sentral RI. Usai De Javasche Bank dinasionalisasi, Sjafruddin Prawiranegara diangkat menjadi Gubernur Bank Indonesia yang pertama.

Tentunya, hal ini tidak terlepas dari tokoh-tokoh nasional seperti Jusuf Wibisono, Soemitro Dojojohadikusumo, Loekman Hakim, dan Sjafruddin Prawiranegara. Kehadiran Bank Indonesia tentunya menjadi angin segar bagi bangsa Indonesia yang mulai terlepas dari jejak-jejak kolonial Belanda.

Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa proses nasionalisasi bank peninggalan kolonial bukanlah hal yang mudah. Setelah dinasionalisasi, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia yang hingga kini masih menjadi bank sentral Negara Indonesia.

(DLA)