Konten dari Pengguna

Sejarah Pemainan Tenis Meja di Indonesia

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Permainan Tenis Meja. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Permainan Tenis Meja. (Foto: https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Mengenal Tenis Meja yang ditulis oleh David Apriyanto (2012: 1), tenis meja adalah suatu olahraga bet (raket) yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) dan dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan dan dimainkan di dalam gedung oleh 2 atau 4 orang menggunakan bet (raket) kayu yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring yang digantungkan di atas meja yang dikaitkan pada dua tiang jaring.

Sejarah Permainan Tenis Meja di Dunia

Sejarah tenis meja berawal sebagai hiburan ringan bagi masyarakat di Iran pada masa purba dengan menggunakan sebatang kayu untuk memukul bola dari usus binatang yang diisi angin. Bangsa Prancis pun telah menggemari permainan tenis meja dengan menggunakan bola yang terbuat dari kertas diktat yang dipukul dengan tangan pada abad ke-12.

Pada akhir abad ke-19, permainan tenis meja semakin digemari di Inggris dan Eropa. Pada saat itu, permainan tenis meja diberi nama “gosima” atau “ping pong”. Bola yang digunakan adalah bola karet yang ringan dan ditutup atau dilapisi dengan kulit rajut, yang kemudian pada tahun 1880 bola karet yang dirajut tersebut diganti dengan bola celluloid.

Tenis meja kemudian semakin tenar dan dibentuklah satu organisasi tenis meja tingkat Internasional dengan singkatan ITTF (International Table Tenis Federation) pada tanggal 15 Januari 1926.

Sejarah Tenis Meja di Indonesia

Permainan tenis meja di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930 dan hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagai suatu permainan rekreasi. Hanya golongan tertentu dari pribumi yang boleh ikut latihan, seperti keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai tersebut.

Pada tahun 1939, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia) yang kemudian pada tahun 1958 mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). PTMSI menjadi resmi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA (Table Tenis Federation of Asia) pada tahun 1960.

Saat ini, sudah banyak perkumpulan-perkumpulan dan pertandingan tenis meja yang dilakukan di Indonesia. Adapun kegiatan yang patut dicatat adalah berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada tahun 1983 dan diselenggarakan setiap 3 bulan sekali.

Sekian sejarah permainan tenis meja di Indonesia dan perkembangannya. Semoga bermanfaat! (CL)