Sholat Sunnah Rawatib yang Perlu Diketahui Umat Muslim

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudahkah kamu tahu apa itu sholat sunnah rawatib? Jika belum, maka ulasan singkat berikut ini perlu untuk kamu simak dengan baik.
Sholat sunnah rawatib pada dasarnya merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan baik sebelum ataupun setelah sholat fardhu. Sederhanya, sholat rawatib adalah pengiring sholat fardhu. Mengutip dari Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW, Ustadz Arif Rahman (2016: 61), sholat satu ini juga bisa disebut sebagai sholat tathawwu’ muqayyad yakni sholat yang terikat dengan pelaksanaan sholat fardhu lima waktu.
Seperti namanya, maka sholat sunnah rawatib adalah sholat yang memiliki hukum sunnah sebagaimana yang sering dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam prakteknya, sholat ini sendiri terbagi menjadi dua hukum sunnah, yakni sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dan sunnah ghairu muakkad (tidak begitu dianjurkan).
Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib Sehari-hari
Seperti yang sudah disebutkan tadi, sholat sunnah rawatib sendiri merupakan pengiring sholat fardhu yang bisa dikerjakan baik sebelum sholat fardhu ataupun setelah fardhu. Adapun macam-macam waktu pengerjaan sholat rawatib yang perlu kamu ketahui ialah sebagai berikut, lengkap dengan bacaan niat sholat tersebut:
Sholat Sunnah Rawatib Muakkad
1. Dua rakaat sebelum sholat subuh
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum subuh 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
2. Dua rakaat sebelum sholat dzuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
3. Dua rakaat sesudah sholat dzuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
4. Dua rakaat sesudah sholat magrib
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah magrib 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
5. Dua rakaat sesudah sholat isya
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.
Sholat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkad
Empat rakaat sebelum dan sesudah sholat dzuhur (hanya dua rakaat pertama yang dianggap muakkad/dianjurkan)
Empat rakaat sebelum sholat ashar
Dua rakaat sebelum sholat magrib
Dua rakaat sebelum sholat isya
Secara umum sholat sunnah rawatib juga lebih banyak dikenal dengan sebutan sholat sunnah qabliyah untuk sholat rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardhu, sedangkan sholat sunnah ba’diyah untuk sholat rawatib yang dikerjakan setelah sholat fardhu.
Jadi, saat ada seorang muslim yang menyebutkan sholat sunnah qabliyah atau ba’diyah, maka ia pada dasarnya tengah membicarakan tentang sholat rawatib ya! Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat. (HAI)
