Sifat Asosiatif pada Operasi Hitung dan Contohnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pengerjaan operasi hitung bilangan bulat terdapat beberapa sifat yang berlaku. Tiga sifat penting dalam operasi bilangan tersebut, yaitu asosiatif (pengelompokan), komutatif (pertukaran), dan distributif (penyebaran). Ketiga sifat ini berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
Sifat operasi bilangan ini memudahkan pencarian hasil operasi tersebut, bukan sifat yang hanya sekadar dihafal. Berikut rumus sifat operasi bilangan dan contoh menghitungnya.
Sifat Asosiatif
Asosiatif artinya pengelompokan. Operasi hitung bilangan dengan menggunakan sifat asosiatif artinya menyelesaikan operasi hitung dengan sistem pengelompokan. Berikut penerapan sifat asosiatif pada operasi bilangan.
1. Sifat Asosiatif Penjumlahan
Sifat asosiatif pada penjumlahan mengacu pada rumus berikut:
(a+b) + c = a + (b+c)
Contoh:
(19 + 13) + 7 = 32 + 7 = 39 atau 19 + (13 + 7) = 19 + 20 = 39
2. Sifat Asosiatif Perkalian
Sifat asosiatif pada perkalian mengacu pada rumus berikut:
(a x b) x c = a x (b x c)
Contoh:
(4 x 3) x 6 = 12 x 6 = 72 atau 4 x (3 x 6) = 4 x 18 = 72
Baca Juga: Apa Itu Energi Kinetik? Ini Pengertian, Faktor, Rumus, dan Contohnya
Sifat Komutatif
Komutatif memiliki arti pertukaran. Operasi hitung bilangan dengan menggunakan sifat komutatif artinya menyelesaikan operasi hitung dengan sistem pertukaran. Berikut sifat komutatif pada operasi bilangan.
1. Sifat Komutatif pada Penjumlahan
Secara umum sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis:
a + b = b + a
Contoh:
13 + 32 = 32 + 13 = 45
Jadi, 13 + 32 = 32 + 13
2. Sifat Komutatif pada Perkalian
Secara umum sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:
a x b = b x a
Contoh:
54 x 11 = 11 x 54 = 594
Jadi, 54 x 11 = 11 x 54
Sifat Distributif
Operasi hitung bilangan dengan menggunakan sifat distributif artinya menyelesaikan operasi hitung dengan sistem penyebaran. Sifat operasi hitung ini berlaku pada perkalian terhadap penjumlahan dan perkalian terhadap pengurangan. Berikut penjelasan dan contohnya:
1. Sifat Distributif Perkalian terhadap Penjumlahan
Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan mengacu pada rumus berikut:
a x ( b + c) = ( a x b) + ( a x c)
Contoh:
4 x (8 + 6) = (4 x 8) + 4 x 6)
4 x 14 = 32 + 24
4=56 + 56
2. Sifat Distributif Perkalian terhadap Pengurangan
Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan mengacu pada rumus berikut:
a x (b - c) = (a x b) - (a x c)
Contoh:
5 x (20-10) = (5 x 20) - (5 x 10)
5 x 10 = 100 - 50
50 = 50
(SA)
