Konten dari Pengguna

Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat dan Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat, Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat, Foto: Pexels

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan cacah (positif), yakni (0, 1, 2, 3, 4, 5, dst) dan negatif (-0, -1, -2, -3, -4, -5, dst). Untuk menghitungnya, kamu perlu mengetahui sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat.

Bilangan-bilangan tersebut umumnya diurutkan di dalam sebuah garis bilangan untuk mempermudah perhitungan bilangan bulat.

Sebelum mulai menghitung, bilangan bulat dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu: bilangan bulat ganjil (…, -5, -3, -1, 1, 3, 5, …) dan bilangan bulat genap (…, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, …).

Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat

Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat, Foto: Pexels

Dilansir dari buku Pentingnya Bilangan Bulat, Adang Suganda, (2019:16), operasi hitung bilangan bulat mempunyai beberapa sifat, yaitu:

  • Sifat Tertutup

Pada sifat tertutup, setiap bilangan bulat a dan b menggunakan rumus ini:

A + B = C di mana A, B, dan C sama-sama bilangan bulat

Contoh: 5 + 3 = 8

  • Sifat Komutatif (Pertukaran)

Sifat yang sering disebut sebagai sifat pertukaran ini ada di dalam 2 jenis operasi hitung, yakni: operasi hitung penjumlahan dan operasi hitung perkalian.

Nanti pada hasil akhirnya, tidak akan ada perbedaan, karena angka yang ditukar akan tetap menghasilkan hasil akhir yang sama.

Namun, sifat komutatif hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian, tidak untuk pengurangan dan pembagian.

Rumus sifat komutatif pada operasi hitung penjumlahan adalah sebagai berikut:

A + B = B + A

Contoh: 3 + 5 = 5 + 3

Rumus sifat komutatif pada operasi hitung perkalian adalah sebagai berikut:

A x B = B x A

Contoh: 3 x 5 = 5 x 3

  • Sifat Asosiatif (Pengelompokkan)

Sifat asosiatif disebut juga sebagai sifat pengelompokan, yang hanya berlaku pada penjumlahan dan perkalian. Hasil dari penjumlahan dan perkalian ini juga akan tetap sama baik dikerjakan dari penjumlahan maupun perkalian.

Namun, sifat asosiatif hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian, tidak untuk pengurangan dan pembagian.

Rumus sifat asosiatif pada operasi hitung penjumlahan adalah sebagai berikut:

(A + B) + C = A + (B + C)

Contoh:(3 + 5) + 7 = 3 + (5 + 7)

Rumus sifat asosiatif pada operasi hitung perkalian adalah sebagai berikut:

(A x B) x C = A x (B x C)

Contoh: (3 x 5) x 7 = 3 x (5 x 7)

  • Sifat Distributif (Penyebaran)

Sifat yang sering disebut sebagai sifat penyebaran ini mempunyai hubungan yang erat dengan operasi hitung pada bilangan bulat. Bentuk dari sifat distributif ini bisa digunakan di dalam bentuk penjumlahan maupun pengurangan yang disertai perkalian.

Rumus sifat distributif pada operasi hitung perkalian dan penjumlahan adalah sebagai berikut:

A x (B + C) = (A x B) + (A x C)

Contoh: 3 x (5 + 7) = (3 x 5) + (3 x 7)

Rumus sifat distributif pada operasi hitung perkalian dan pengurangan adalah sebagai berikut:

A x (B – C) = (A x B) – (A x C)

Contoh: 3 x (8 – 4) = (3 x 8) – (3 x 4)

Coba gunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat di atas saat mengerjakan PR matematika kamu. (BRP)