Siklus Hidrologi dan Tiga Jenis Siklusnya

Konten dari Pengguna
11 Desember 2020 8:32
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Siklus Hidrologi dan Tiga Jenis Siklusnya  (122454)
zoom-in-whitePerbesar
Siklus Hidrologi. Sumber: Weather.gov
ADVERTISEMENT
Siklus hidrologi sangat membantu berlangsungnya kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Bayangkan jika tidak ada air dalam kehidupan, tentunya mereka tidak dapat bertahan hidup.
ADVERTISEMENT
Manusia sebagai salah salah satu makhluk hidup yang setiap harinya sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Walaupun sudah digunakan terus menerus tapi, nyatanya jumlah air tetap.
Siklus hidrologi inilah yang menyebabkan jumlah air di bumi relatif sama. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus.
Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, salju, dan kabut. Pada perjalanannya, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara terus menerus.
Siklus hidrologi dilalui beberapa proses antara lain evaporasi, transpirasi, sublimasi, intersepsi, kondensi, adveksi, presipitasi, run off, dan infliltrasi.
ADVERTISEMENT

Siklus Hidrologi Air dibedakan Menjadi Tiga Jenis

1. Siklus pendek
Awalnya dimulai dengan penguapan air laut ke atmosfer atau disebut dengan evaporasi. Pada proses penurunan suhu karena perbedaan ketinggian, uap air akan mengalami proses kondensasi. Setiap naik pada ketinggian 100 meter, suhu udara turun 0,50 derajat celcius.
Proses itu merubah uap air menjadi awan. Awan yang mengandung banyak uap air kemudian berubah menjadi titik titir air atau hujan yang jatuh ke laut.
2. Siklus sedang
Siklus ini dimulai ketika uap air laut dibawa angin menuju daratan. Kemudian uap tersebut mengalami kondensasi pada ketinggian tertentu sehingga membentuk awan. Uap air tersebut akan jatuh di daratan sebagai hujan. Air hujan tersebut akan meresap ke dalam tanah dan diserap oleh akar tumbuhan. Setelah itu, air akan kembali ke laut melalui sungai atau menguap melalui tumbuhan.
ADVERTISEMENT

Lebih ringkasnya yaitu:

Evaporasi -> hasil uap air bergabung dengan uap air dari reservoir lain dan makhluk hidup -> Kondensasi -> Adveksi, terbawa angin hingga ke daratan -> Presipitasi, turunnya hujan yang jatuh di permukaan daratan -> Air hujan mengalami runoff dan infiltrasi

3. Siklus panjang Proses
Siklus panjang sama seperti siklus sedang. Perbedaannya terletak pada proses setelah kondensasi. Pada siklus panjang, setelah kondensasi, titik-titik air dibawa angin ke tempat yang lebih tinggi sehingga menjadi kristal-kristal es. Kemudian kristal es tersebut dibawa oleh angin ke puncak gunung. Kristal es tersebut jatuh sebagai salju, terjadi glester, kemudian mengalir ke sungai, dan akhirnya kembali ke laut.
Kesimpulannya jenis siklus hidrologi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu, siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang. Semoga bermanfaat! (AA)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020