Konten dari Pengguna

Stoikisme: Pengertian dan Prinsip-prinsip Utamanya

21 Februari 2025 17:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi stoikisme. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stoikisme. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa tahun terakhir, stoikisme menjadi salah satu aliran filsafat yang paling berpengaruh. Filosofi hidup ini banyak diterapkan oleh banyak orang untuk mengejar kehidupan yang lebih baik. Lalu, apa yang dimaksud dengan stoikisme itu?
ADVERTISEMENT
Stokisme merupakan filsafat praktis yang akan membantu seseorang mengarungi kehidupan yang lebih tenang dan bijaksana. Untuk lebih memahami mengenai stoikisme, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Stoikisme?

Ilustrasi stoikisme. Foto: Pexels
Stoikisme adalah filosofi hidup yang menawarkan panduan agar bisa menghadapi kehidupan dengan tenang, bijaksana, dan penuh makna. Dalam dunia yang penuh tantangan, latihan stoik dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan ketahanan diri, mengelola emosi, dan menjalani hidup dengan penuh kebajikan.
Mengutip buku Stoikisme: Kunci Tenang Hadapi Stres dan Kegagalan oleh Elihami, stoikisme dirumuskan pada abad ke 3 SM oleh Zeno dari Citium. Prinsip utama stoikisme adalah fokus apa yang bisa dikendalikan, menerima apa yang tidak bisa diubah, dan menjalani hidup dengan kebajikan.
ADVERTISEMENT
Prinsip stoikisme dapat diterapkan dalam berbagai aspek-aspek kehidupan sehari-hari, seperti hubungan sosial, pekerjaan, pengambilan keputusan, hingga pencarian kedamaian batin.

Prinsip-prinsip Utama dalam Stoikisme

Ilustrasi stoikisme. Foto: Pexels
Stoikisme memiliki beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam menjalani kehidupan. Berikut prinsip-prinsip utama yang diajarkan dalam stoikisme.

1. Dikotomi Kendali

Stoikisme mengajarkan bahwa ada dua jenis hal dalam kehidupan, yaitu hal yang dapat kita dikendalikan dan hal yang tidak dapat kita kendalikan.
Alih-alih menghabiskan energi untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, stoikisme menekankan pentingnya fokus pada apa yang berada di bawah kendali, seperti tindakan, sikap, dan keputusan diri sendiri.

2. Visualisasi Negatif

Visualisasi negatif adalah latihan mental untuk membayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Ini bukan untuk menakut-nakuti diri sendiri, tetapi untuk mengurangi rasa takut terhadap hal-hal yang tidak pasti dan menghargai apa yang dimiliki saat ini.
ADVERTISEMENT

3. Membangun Kebajikan dalam Tindakan Sehari-hari

Stoikisme menekankan empat kebajikan utama, antara lain, kebijaksanaan, keberanian, keadilan, dan pengendalian diri. Setiap keputusan kecil adalah peluang untuk melatih kebajikan ini.

4. Membiasakan Diri dengan Ketidaknyamanan

Stoikisme mengajarkan bahwa ketahanan emosional dan mental tumbuh melalui latihan menghadapi ketidaknyamanan. Latihan ini membantu menghargai kenyamanan dan mempersiapkan diri untuk tantangan yang muncul dalam hidup.

5. Bersikap Tenang dalam Konflik

Filosofi stoikisme menekankan fokus bahwa reaksi terhadap situasi lebih tinggi daripada situasi itu sendiri. Dalam menghadapi konflik, coba untuk tetap tenang dan bijaksana.
Reaksi emosional yang berlebihan terhadap suatu peristiwa hanya akan memperburuk keadaan. Jika bisa mengubah cara berpikir kita tentang suatu kejadian, kita akan lebih mudah menemukan ketenangan batin.
(SA)