Konten dari Pengguna

Struktur Cerita Fantasi beserta Pengertian dan Ciri-cirinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pixabay.com - Struktur cerita fantasi
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.com - Struktur cerita fantasi

Cerita fantasi adalah salah satu jenis cerita yang digemari bukan hanya oleh anak-anak melainkan juga orang dewasa. Namun dalam penulisannya, terdapat ciri dan struktur cerita fantasi yang khusus dan sedikit berbeda dari jenis cerita lainnya.

Melansir dari Buku Bahasa Indonesia kelas VII SMP/MTs K13 edisi revisi 2017, struktur cerita fantasi memiliki pola khusus yang bisa digunakan sebagai media melatih krativitas dan imajinasi dalam menulis sebuah cerita.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Struktur Cerita Narasi

Pengertian Cerita Fantasi

Menurut buku Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak, Burhan Nugiantoro, 2018, pengertian cerita fantasi adalah salah satu genre teks narasi yang memiliki kisah yang penuh imajinasi dan khayalan yang melebihi realita.

Cerita fantasi adalah salah satu cerita yang dapat melatih kreativitas dan daya imajinasi. Cerita fantasi bersifat fiktif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiktif adalah bersifat fiksi, hanya terdapat dalam khayalan.

Struktur Cerita Fantasi

Struktur cerita fantasi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan struktur teks narasi pada umumnya. Berikut adalah beberapa struktur tersebut.

1. Orientasi

Orientasi adalah tahapan mengenalkan latar, tokoh, dan kisah baik dari segi waktu, tempat maupun peristiwa. Orientasi umumnya juga digunakan untuk menata berbagai adegan dan menjelaskan hubungan antartokoh.

2. Komplikasi

Ini adalah bagian saat konflik mulai muncul. Konflik adalah pertentangan atau kesukaran-kesukaran bagi tokoh utama. Komplikasi menjelaskan bagaimana sebab-akibat konflik yang terjadi antartokoh. Bagian ini akan bergradasi memuncak hingga mencapai klimaks.

3. Resolusi

Resolusi disebut juga dengan penyelesaian masalah. Bagian ini adalah tahap penyelesaian dari berbagai konflik yang terjadi. Resolusi juga dapat menjadi pernyataan akhir terhadap kondisi yang dialami oleh tokoh utamanya.

Pixabay.com

Ciri-ciri Cerita Fantasi

Ada beberapa ciri khas yang membedakan cerita fantasi dengan ceirta lainnya, antara lain:

  • Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak akan bisa ditemui dalam dunia nyata.

  • Cerita fantasi berupa sebuah dunia imajinatif yang diciptakan oleh penulis. Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa.

  • Cerita fantasi bisa saja terinspirasi oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi tetap dibumbui imajinasi dan fantasi.

  • Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

  • Tema cerita fantasi adalah magic (sihir), supernatural atau futuristik.

  • Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata.

  • Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu.

  • Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, tokoh memiliki kesaktian tertentu atau mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari.

  • Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

Salah satu contoh cerita yang bisa membantu kamu dalam memahami struktur cerita fantasi adalah dongeng. Dongeng yang sudah terkenal seperti Putri Tidur, Gadis Berkerudung Merah, dan Pinokio adalah beberapa contohnya. (DNR)