Konten dari Pengguna

Struktur Pembagian Tugas dalam Kelompok Semut

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi pembagian tugas dalam kelompok semut, sumber gambar: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pembagian tugas dalam kelompok semut, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Semut merupakan jenis serangga eusosial dan termasuk ke dalam ordo himenoptera bersama dengan tawon dan lebah. Tentunya, kita sering melihat atau mengamati cara kerja semut dalam mencari makan atau membangun sarang yang notabene melibatkan kerjasama kelompok. Dalam kerjasama tersebut, tentu ada struktur pembagian tugas dalam kelompok semut.

Keunikan Semut

Dikutip dari buku Ayat-ayat Semesta oleh Agus Purwanto (2015: 212), semut merupakan hewan yang istimewa dan berbeda dengan hewan pada umumnya. Adapun keistimewaan tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Komunitas semut memiliki struktur atau sistem kemasyarakatan beserta pembagian tugasnya.

  • Masyarakat semut mengenal sistem peperangan kolektif.

  • Semut mengenal sistem perbudakan.

  • Semut mengenal sistem pertenakan.

  • Semut memiliki navigasi yang baik.

Pembagian Tugas dalam Kelompok Semut

ilustrasi pembagian tugas dalam kelompok semut, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Pembagian tugas dalam kelompok semut dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu semut pejantan, semut pekerja dan ratu semut. Inilah penjelasan lengkap mengenai pembagian tugas tersebut:

1. Ratu Semut

Ratu semut bertugas untuk memproduksi telur. Umumnya, ratu semut sangat dihormati dan dioptimalkan kebutuhannya oleh rakyatnya. Ratu semut dapat hidup hingga 20 tahun. Setiap ratu semut mempunyai “bank sperma” di dalam tubuhnya. Setelah mendapatkan ejakulasi sperma dari semut pejantan, ratu akan menyimpan spermanya di dalam oval.

2. Semut pekerja

Semut pekerja merupakan semut betina yang tidak bertelur, namun mereka mengabdikan diri untuk mengurus telur-telur ratunya. Semut pekerja cenderung menghadapi risiko kerja yang tinggi karena media untuk menaruh telur yang lembab menjadi sarang pertumbuhan bakteri. Semut pekerja juga bertugas untuk merawat bayi semut.

3. Semut pejantan

Semut pejantan cenderung memiliki usia yang lebih pendek. Tugas mereka hanya satu, yaitu mengawini ratu semut muda. Setelah kawin, selang jangka waktu dua minggu semut jantan akan mati.

Itulah struktur pembagian tugas dalam kelompok semut yang perlu diketahui. Struktur pembagian tugas ini tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh lebah ataupun tawon. Hanya saja, ketiga hewan tersebut memiliki karakteristik masing-masing yang tentunya tidak bisa disamaratakan. (DLA)