Konten dari Pengguna

Surat Al Balad: Arab, Latin dan Terjemahannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan surat Al Balad. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan surat Al Balad. Sumber: Unsplash

Surat Al Balad merupakan surat pendek juz amma yang terdiri dari 20 ayat. Sebagai bagian dari surat pendek, Al Balad sendiri termasuk golongan surat Makkiyah atau surat yang diturunkan di kota Makkah sebagai surat ke-90 dalam alquran.

Melansir dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 1060), nama surat Al Balad diambil dari kata bahasa Arab “Al-Balad” yang berarti negeri. Adapun yang dimaksud negeri dalam surat tersebut ialah kota Makkah yang disucikan dan dimuliakan.

Adapun isi kandungan dari surat Al Balad ialah menerangkan bahwasanya Allah SWT telah menciptakan manusia agar senantiasa berjuang mencari kebahagiaan di dunia dan menghadapi kesukaran yang datang dalam hidupnya.

Dalam surat Al Balad juga dijelaskan bahwasanya Allah SWT telah memberikannya petunjuk jalan menuju kepada kebaikan dan kepada keburukan, yang mana orang-orang beriman pada-Nya tentu akan melangkah ke arah kebaikan dengan senantiasa berbuat baik kepada orang lain ataupun pada fakir miskin dan orang-orang yatim.

Bacaan Surat Al Balad Arab, Latin, dan Terjemahannya

Agar semakin memahami makna dari surat pendek juz amma tersebut, maka bacaan surat Al Balad Arab, Latin, dan terjemahannya berikut ini perlu diketahui oleh umat muslim:

لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ

lā uqsimu bihāżal-balad

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ

wa anta ḥillum bihāżal-balad

dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ

wa wālidiw wa mā walad

dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ

laqad khalaqnal-insāna fī kabad

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ

a yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥad

Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?

يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ

yaqụlu ahlaktu mālal lubadā

Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ

a yaḥsabu al lam yarahū aḥad

Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?

اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ

a lam naj'al lahụ 'ainaīn

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ

wa lisānaw wa syafataīn

dan lidah dan sepasang bibir?

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ

wa hadaināhun-najdaīn

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ

fa laqtaḥamal-'aqabah

tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ

wa mā adrāka mal-'aqabah

Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

فَكُّ رَقَبَةٍۙ

fakku raqabah

(yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),

اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ

au iṭ'āmun fī yaumin żī masgabah

atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,

يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ

yatīman żā maqrabah

(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ

au miskīnan żā matrabah

atau orang miskin yang sangat fakir.

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ

ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah

Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ

ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah

Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ

wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ

'alaihim nārum mu`ṣadah

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Setelah membaca surat pendek Al Balad serta terjemahannya tadi, semoga umat muslim dapat memahami bahwasanya Allah SWT telah memerintahkan umat manusia untuk senantiasa mencari kebahagiaan lewat jalan kebaikan, yakni dengan berbuat amalan terpuji kepada orang lain, misalnya saja memberi makan fakir miskin ataupun saling memberikan pesan kasih sayang terhadap sesama agar dihindarkan dari siksa neraka. (HAI)