Konten dari Pengguna

Susunan Struktur Teks Negosiasi yang Tepat dan Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menandatangani teks negosiasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menandatangani teks negosiasi. Foto: Pexels

Teks negosiasi dapat dimaknai sebagai komunikasi dalam bentuk tertulis ataupun lisan yang di dalamnya berisi proses tawar-menawar hingga mencapai kesepakatan.

Teks negosiasi ini bisa digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari transaksi jual beli, kerja sama bisnis atau pekerjaan, hingga kehidupan pribadi.

Agar negosiasi berjalan efektif, diperlukan struktur teks yang tepat. Untuk mengetahui bagaimana susunan struktur teks negosiasi yang tepat, simak artikel ini yang akan membahasnya secara rinci.

Susunan Struktur Teks Negosiasi yang Tepat

Ilustrasi struktur teks negosiasi yang tepat. Foto: Unsplash

Merujuk buku Bahan Ajar Teks Negosiasi karangan Afrilia Eka Prasetyawati, berikut susunan struktur teks negosiasi yang tepat:

1. Orientasi (Pembuka)

Bagian ini berisi pengenalan atau latar belakang negosiasi. Orientasi biasanya mencakup salam pembuka, perkenalan pihak-pihak yang terlibat, serta tujuan dari negosiasi.

Contoh:

"Selamat siang, Pak Andi. Saya dari perusahaan ABC ingin mendiskusikan kemungkinan kerja sama dalam pengadaan bahan baku untuk usaha kami."

Orientasi yang baik akan membantu membangun suasana komunikasi yang nyaman dan profesional sebelum masuk ke tahap negosiasi utama.

2. Permintaan atau Pengajuan Tawaran

Setelah pembuka, salah satu pihak akan mengajukan permintaan, tawaran, atau usulan sesuai dengan kepentingannya. Tahap ini berisi penawaran harga, syarat kerja sama, atau hal lain yang ingin dicapai dalam negosiasi.

Contoh:

"Kami tertarik untuk membeli produk Anda dalam jumlah besar. Apakah ada kemungkinan kami mendapatkan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak?"

Bagian ini harus disampaikan secara jelas agar pihak lain memahami apa yang diinginkan.

3. Penawaran Balik atau Negosiasi

Pada tahap ini, pihak lain akan memberikan respons terhadap tawaran yang diajukan sebelumnya. Mereka bisa menerima, menolak, atau mengajukan tawaran balik dengan syarat tertentu.

Contoh:

"Kami bisa memberikan diskon 10% untuk pembelian minimal 500 unit. Namun, pembayaran harus dilakukan dalam waktu 30 hari setelah pengiriman."

4. Persetujuan atau Kesepakatan

Setelah terjadi kesepakatan, kedua belah pihak akan menyetujui hasil negosiasi dan merinci kesepakatan tersebut secara tertulis atau lisan. Kesepakatan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Contoh:

"Baik, kami setuju dengan harga dan syarat yang ditawarkan. Kami akan mengirimkan pesanan sesuai dengan jumlah yang disepakati."

5. Penutup

Bagian terakhir dari teks negosiasi adalah penutup. Isinya berupa ucapan terima kasih, harapan untuk kerja sama yang baik, atau rencana tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibuat.

Contoh:

"Terima kasih atas kerja sama yang baik. Kami akan segera mengirimkan kontrak kerja sama untuk ditandatangani."

Dengan penutup yang baik, hubungan antara kedua belah pihak tetap terjaga dengan baik untuk kerja sama di masa mendatang.

Baca Juga: 3 Contoh Teks Negosiasi dalam Berbagai Kondisi

Ciri-ciri Teks Negosiasi yang Baik

Ilustrasi menandatangani teks negosiasi. Foto: Pexels

Agar proses negosiasi berjalan efektif dan menghasilkan kesepakatan yang adil, penting untuk memperhatikan beberapa ciri berikut yang dituliskan dalam buku Teks Negosiasi karya Hodijah.

  • Mengutamakan kepentingan bersama. Negosiasi bertujuan mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

  • Ada proses tawar-menawar. Kedua belah pihak dapat mengajukan dan mempertimbangkan tawaran yang diajukan.

  • Bersifat persuasif. Menggunakan bahasa yang sopan dan meyakinkan agar pihak lain menerima usulan.

  • Ada kesepakatan yang mengikat. Hasil akhir negosiasi harus disepakati oleh semua pihak yang terlibat.

  • Menggunakan bahasa yang jelas dan sopan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi.

(NDA)