Konten dari Pengguna

Syarat dan Rukun Khutbah Idul Fitri sesuai Syariat Islam

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi melaksanakan shalat Idul Fitri. Foto: unsplash.com/levimeirclancy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melaksanakan shalat Idul Fitri. Foto: unsplash.com/levimeirclancy

Saat 1 Syawal tiba, shalat Idul Fitri menjadi hal yang dilaksanakan umat Islam. Khutbah Idul Fitri menjadi hal yang tak bisa ditinggalkan dalam mengamalkan sholat Ied. Meski dimikian, tidak semuanya bisa dijadikan untuk khutbah Idul Fitri. Sebab terdapat syarat dan rukun khutbah Idul Fitri yang perlu dipenuhi seorang khatib.

Namun sebelum membahas syarat dan rukun khutbah Idul Fitri, kita perlu mengetahui makna dari khutbah.

Dikutip dari buku Tuntunan Shalat Sesuai Al-Qur'an & Hadis Sahih oleh Redaksi Qultummedia dan Hirman (2018:92), khutbah adalah menyampaikan wasiat-wasiat agama agar dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah kepada Allah SWT.

Syarat dan Rukun Khutbah Idul Fitri sesuai Syariat Islam

Idul Fitri adalah salah satu hari besar dalam agama Islam. Idul Fitri sendiri merupakan perayaan atau hari kemenangan setelah umat Islam diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Shalat ied merupakan shalat yang dilaksanakan sebagai amalan pada Hari Raya Idul Fitri.

Shalat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Namun terdapat perbedaan antara shalat ied dengan shalat pada umumnya, yakni dianjurkan untuk mengucapkan takbir dan mengangkat tangan sebanyak 7 kali pada rakaat pertama serta 5 kali takbir pada rakaat kedua.

Ilustrasi khutbah Shalat Idul Fitri. Foto: unsplash.com/utsmanmedia

Setelah menunaikan shalat ied, umat Islam diperkenankan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Khutbah Idul Fitri sendiri memiliki sedikit perbedaan dengan khutbah shalat Jumat, di antaranya;

  • Khatib harus seorang laki-laki.

  • Khatib harus dalam keadan suci dari hadas besar maupun kecil.

  • Khatib harus menutup aurat

  • Khatib harus berdiri bila mampu.

  • Isi khutbah Idul Fitri, baik yang pertama dan kedua harus didengar oleh jamaah laki-laki dan perempuan sekurang-kurangnya 40 orang jamaah

Selain harus memenuhi syarat khutbah, seorang khatib juga harus memenuhi rukun khutbah Idul Fitri, yakni:

  • Memuji Allah SWT

  • Mengucapkan Sholawat kepada Rasulullah SAW

  • Mengajak Kepada Ketakwaan

  • Membaca Ayat-Ayat Alquran

  • Mendoakan Umat Muslim di Khutbah Kedua

Demikianlah penjelasan singkat tentang syarat dan rukun khutbah Idul Fitri yang perlu diketahui seorang khatib. Semoga Allah SWT dapat mempertemukan kita pada Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita. Amiin. (MZM)