Tabligh Artinya Menyampaikan, Salah Satu Sifat Nabi yang Harus Dicontoh

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah mengutus para nabi dan rasul yang mendapat risalah-risalah kepada para manusia agar kembali menyembah Allah dan tidak menyembah selainNya. Perbedaan nabi dan rasul adalah nabi mendapatkan wahyu dan tidak diwajibkan untuk menyampaikannya, sementara rasul adalah nabi yang mendapatkan wahyu yang wajib menyampaikan wahyu. Dikutip dari buku yang berjudul 101 Info Tentang Nabi dan Rasul: Menambah Pengetahuan (2010: 5) sifat-sifat yang harus dimiliki seorang nabi dan rasul adalah 1). Siddiq 2). Amanah 3). Fatanah dan 4). Tabligh. Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang Tabligh.

Tabligh, Salah Satu Sifat Nabi yang Harus Dicontoh
Tabligh secara etimologi/bahasa berasal dari kata ballaga-yuballigu-tabligan yang artinya menyampaikan atau memberitahukan dengan lisan. Adapun menurut terminologi atau istilah, tablig berarti menyampaikan ajaran Islam baik dari Al-Quran maupun Hadist yang ditujukan kepada umat manusia.
Tabligh juga dapat diartikan sebagai kegiatan menyampaikan pesan Allah Subhanahu Wata’ala secara lisan kepada satu orang Islam atau lebih untuk diketahui dan diamalkan isinya.
Dari Al-Qur’an surat Al Jinn ayat 28 Allah berfirman,
لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
Artinya “Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu”.
Dari ayat di atas, diketahui bahwa sifat Tabligh yang dimiliki nabi dan rasul juga dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menyampaikan kebenaran. Menyampaikan suatu hal kepada orang lain dan itu hal yang benar. Tabligh juga memperkecil kemungkinan terjadi kesalah pahaman bahkan perselisihan.
Sifat manusia yang mudah percaya pada hal yang belum tentu akan kebenarannya dapat dihilangkan apabila seseorang memberi kabar yang benar.
Mengamalkan Tabligh dalam kehidupan sehari-hari seperti memberi informasi secara benar agar tidak ada salah tangkap atau informasi yang tidak benar bahkan sampai memfitnah seseorang. Kesalahan dalam meberikan informasi dapat berakibatkan keburukan. Oleh karena itu untuk meneladai tabligh dari sifat nabi dan rasul.
(MZM)
