news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Tafsir Surat At-Thaha Ayat 41 tentang Terpilihnya Nabi Musa AS sebagai Rasul

21 Desember 2021 17:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Surat At-Thaha ayat 41. Foto: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surat At-Thaha ayat 41. Foto: freepik.com
ADVERTISEMENT
Surat At-Thaha ayat 41 merupakan surat yang menjelaskan karunia Allah SWT, yakni diangkatnya Nabi Musa ‘alaihissallam menjadi seorang rasul.
ADVERTISEMENT
Surat At-Thaha sendiri merupakan surat yang ke-20 dalam susunan Al-Quran. Surat yang termasuk golongan Makkiyah ini terdiri dari 135 ayat.
Dinamai Thaha sebab dalam surat ini dimulai dengan huruf muqattha'ah (Tha, Ha). Nama lain dari surat ini adalah Al-Kalim yang merupakan gelar dari Nabi Musa ‘alaihissallam sebagai Kalimullah (yang bercakap-cakap dengan Allah). Selain itu Surat At-Thaha secara spesifik menjelaskan kisah Nabi Musa ‘alaihisallam dari ayat 9-114.
Ilustrasi terpilihnya Nabi Musa menjadi rasul Allah. Foto: freepik.com/user17364411

Tafsir Surat At-Thaha Ayat 41 tentang Terpilihnya Nabi Musa AS sebagai Rasul

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِيْۚ
Artinya: Dan aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
Dikutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7 karya Dr. ‘Abdhullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2004), Surat At-Thaha ayat 41 memiliki makna bahwa Allah telah mengangkat Nabi Musa ‘alaihissalam menjadi seorang rasul sesuai yang Allah kehendaki dan sukai. Artinya, Nabi Musa dipercaya sebagai orang yang menegakkan keadilan dan memimpin umat manusia untuk bertauhid untuk menyembah Allah.
ADVERTISEMENT
Sebelum ayat yang menjelaskan diutusnya Nabi Musa menjadi rasul, pada surat At-Thaha ayat 40 mejelaskan Nabi Musa saat kecil hendak dibunuh oleh Firaun, sebab terdapat sebuah ramalan bahwa akan lahir seorang anak bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil dan akan menghancurkan Firaun.
Kabar tersebut didengar oleh ibunda Nabi Musa saat lahir untuk menghanyutkan anaknya agar tidak sampai dibunuh oleh raja Firaun. Ternyata bayi Nabi Musa hanyut sampai kolam istana Firaun dan ditemukan pembantu istri sang raja,
Saat melihat bayi Musa, istri Firaun yang bernama Asiya binti Muzahim merasa gemira dan membawa bayi Musa ke israna. Sesampainya ke istanah, Asiya memohon kepada Firaun untuk mengakat Musa menjadi anak angkat mereka.
Awalnya, Firaun hendak membunuh bayi Musa, namun sang istri selalu mencegahnya. Akhirnya Firaun pun memnuhi keinginan istri tercintanya.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya Nabi Musa melakukan pelarian ke Madyan. Ia menetap sampai kurang lebih selama sepuluh tahun. Akan tetapi ia mengalami kesulitan dalam menajalani hidupnya, bahkan ia menjadi penggembala kambing.
Kemudian Nabi Musa menikahi seorang gadis pemilik ternak. Nabi Musa pun diangakat menjadi rasul di usia 40 tahun.
Itulah penjelasan tafsir Surat At-Thaha ayat 41 tentang diangkatnya Nabi Musa ‘alaihissallam menjadi rasul Allah SWT. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan tentang Al-Quran, terutama kisah para nabi Allah SWT. (MZM)