Konten dari Pengguna

Tajwid: Tanda Waqaf dan Jenis-Jenisnya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tajwid Tanda Waqaf, Foto: Dok. Altundo.com
zoom-in-whitePerbesar
Tajwid Tanda Waqaf, Foto: Dok. Altundo.com

Tajwid merupakan ilmu yang menjelaskan tentang cara pelafalan atau pengucapan huruf hijaiyah dengan baik dan benar di Alquran maupun media lainnya. Dalam ilmu tajwid dipelajari seperti makhroj huruf, panjang pendek bacaan, hubungan antar huruf, hingga cara pengucapannya yang benar.

Tajwid sendiri mempelajari banyak hal, salah satunya waqaf. Waqaf bermakna menahan atau berhenti. Maksudnya, saat ada tanda waqaf maka pembaca harus menghentikan bacaan sejenak dengan cara memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat menyambungkan kembali bacaannya.

Sedangkan, menurut istilah lain waqaf artinya menghentikan sejenak bacaan Alquran dengan tujuan untuk bernapas disertai niat untuk melanjutkan kembali bacaanya. Sebenarnya, selain waqaf ada juga washal. Wasal ini artinya terus dibaca atau bersambung.

Jika kamu ingin mengetahui tanda waqaf lebih dalam, simak penjelasannya di bawah ini.

Jenis-Jenis Waqaf Alquran

Ada empat jenis waqaf dalam Alquran, diantaranya:

  • Waqaf Taamm, waqaf yang sempurna dengan menghentikan bacaan pada kata yang sempurna, tidak berhenti di tengah kata, dan tidak mempengaruhi makna dan arti karena tidak ada hubungan dengan ayat sebelumnya dan setelahnya.

  • Waqaf Kaaf, waqaf yang berhenti pada sebuah kata yang memiliki arti sempurna, tidak berhenti di tengah kata atau bacaan. Tapi, memiliki hubungan makna dengan kata setelahnya.

  • Waqaf Hasan, waqaf yang berhenti pada sebuah bacaan atau kata yang sempurna dan tidak mempengaruhi arti atau makna. Tapi, bacaan tersebut memiliki hubungan makna dengan kata setelahnya. Hindari menggunakan waqaf seperti ini saat membaca Alquran.

  • Waqaf Qabiih, waqaf buru atau yang berhenti pada kata atau bacaan yang tidak sempurna, berhenti di tengah kata ataupun ayat. Waqaf ini harus dihindari karena bacaannya masih berhubungan dengan bacaan sebelumnya baik dari segi makna maupun lafaznya. Sebab, hal ini bisa mengganti atau merusak arti.

Semoga informasi mengenai tajwid waqaf dan jenis-jenisnya ini dapat bermanfaat dan menambah semangat para muslim untuk membaca Alquran dengan baik dan benar.

(RDY)