Konten dari Pengguna

Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami untuk Kerajinan Hiasan

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami Untuk Kerajinan Hiasan. Sumber: pexels.com/Karolina Grabowska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami Untuk Kerajinan Hiasan. Sumber: pexels.com/Karolina Grabowska

Kerajinan tangan adalah salah satu komoditi negara Indonesia yang dapat meningkatkan perekonomian. Kerajinan di Indonesia di antaranya berupa hiasan. Salah satu bahan baku alami untuk kerajinan hiasan adalah tanah liat. Dalam artikel berikut ini kita akan menyimak penjelasan mengenai tanah liat dan pengolahannya sebagai bahan baku kerajinan.

Ilustrasi Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami Untuk Kerajinan Hiasan. Sumber: pexels.com/Quang Nguyen Vinh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami Untuk Kerajinan Hiasan. Sumber: pexels.com/Quang Nguyen Vinh

Tanah Liat sebagai Bahan Baku Kerajinan

Tanah liat adalah salah satu bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kerajinan. Menurut buku Horizon Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 4A oleh Drs. Sudjatmoko Adisukarjo dan Rini Ningsih, S.Pd (2006: 66), meskipun tidak cocok untuk lahan pertanian, tanah liat dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka ragam kerajinan. Dengan berbekal keterampilan dan kreativitas, tanah liat dapat diolah menjadi berbagai kerajinan seperti gerabah dan keramik. Tanah liat juga sangat bermanfaat untuk pembuatan batu bata, genting, dan bahan baku semen.

Dalam buku Kerajinan Tangan dan Kesenian untuk Sekolah Dasar Kelas 4 oleh Dedi Nurhadiat dan Untung Prayitno (2005: 41), dijelaskan bahwa tanah liat yang digunakan untuk bahan kerajinan adalah tanah liat yang sangat lengket dan pekat. Warna tanah liat yang bagus dan sering dipakai adalah warna hitam, abu-abu, dan merah.

Berdasarkan buku Terampil Berkreasi Keterampilan untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama oleh Nandang Subarnas (2006: 73-74), tanah liat memiliki sifat yang mudah dibentuk sehingga banyak digunakan untum membuat barang-barang kerajinan. Pengolahan tanah liat dilakukan dalam beberapa tahap pengerjaan, yaitu tahap pengolahan awal, yaitu mengolah tanah liat agar siap dibentuk. Tahap kedua adalah tahap olah kreasi, pada tahap ini pengrajin mengolah tanah liat menjadi sebuah karya seperti kerajinan hiasan. Tahap ketiga pengeringan dan pengerasan. Tahap keempat adalah finishing.

Jenis-jenis Tanah Liat

Menurut buku Buku Saku Prakarya (Kerajinan) Untuk SMA Kelas X oleh Retno Murti Setyorini, S.Pd., M.Pd (2019: 98), jenis-jenis tanah liat adalah sebagai berikut:

  1. Tanah Liat Primer: Tanah liat yang dihasilkan dari pelapukan batuan karena tenaga endogen namun tdak berpindah dari batuan induknya, sehingga sifatnya lebih murni daripada tanah liat sekunder. Tanah liat jenis ini berwarna putih atau putih kusam. Contoh tanah liat jenis ini adalah kaolin, bentonite, feldspatik, kwarsa, dan dolomite.

  2. Tanah Liat Sekunder: Tanah liat yang merupakan hasil pelapukan batuan oleh tenaga eksogen sehingga mengalami perpindahan tempat atau terpisah jauh dari batuan induknya, dan kemudian mengendap di suatu tempat.

Ilustrasi Tanah Liat sebagai Bahan Baku Alami Untuk Kerajinan Hiasan. Sumber: pexels.com/Cottonbro

Itulah penjelasan mengenai tanah liat sebagai bahan baku alami kerajinan hiasan. Semoga dapat menambah wawasan Anda.(IND)