Tanaman yang dapat Dijadikan sebagai Indikator Terjadinya Pencemaran Air

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman yang dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran air adalah tanaman hidrofit. Tanaman jenis ini banyak ditemukan di wilayah perairan karena sifatnya yang memang hidup di permukaan air.
Mengutip buku Biology for Junior High School oleh Aloysius & Sukiman (2008), tanaman hidrofit mempunyai peran besar dalam menjaga kualitas tanah di bawah air. Mekanisme yang dilakukan yakni dengan membuat tekanan air lebih rendah, sehingga mampu menangkap sedimentasi dan polusi air.
Ciri-ciri Tumbuhan Hidrofit
Tanaman yang dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran air memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dengan tumbuhan jenis lainnya. Beberapa ciri tumbuhan hidrofit yaitu sebagai berikut:
• Mempunyai kutikula yang tipis
• Stomatanya terbuka dan berjumlah banyak
• Mempunyai flat daun di permukaan tumbuhan yang berfungsi untuk mengapung
• Akarnya kecil dan ringan
• Akar mampu mengambil oksigen di dalam air
Fungsi Tumbuhan Hidrofit
Selain mampu mencegah pencemaran air, tumbuhan hidrofit juga mempunyai berbagai fungsi lain. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
1. Penghias Kolam
ika mempunyai kolam, maka tidak ada salahnya untuk menanam tanaman hidrofit untuk memperindahnya. Kolam sebaiknya tidak hanya diisi ikan, namun juga tanaman hidrofit agar lebih asri dan hijau.
2. Mampu Menyerap Racun di Dalam Air
Ikan yang dipelihara di kolam tentu akan menghasilkan kotoran yang perlu dibersihkan secara berkala. Jika menumpuk, maka kotoran tersebut harus dilakukan secara rutin.
Salah satu alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan menanam tanaman hidrofit pada kolam. Tanaman ini akan mampu menyerap amoniak yang termasuk zat berbahaya. Amoniak akan diubah menjadi makanan bagi tumbuhan tersebut, sehingga kualitas kolam dapat lebih bersih.
3. Meningkatkan Kandungan Oksigen di Dalam Air
Selain menyerap racun, tanaman hidrofit juga mampu menghasilkan oksigen karena memiliki klorofil dan melakukan fotosintesis. Melalui proses ini, oksigen akan terbentuk dan dicurahkan ke dalam air. Jika kadar oksigen pada air meningkat, maka ikan-ikan dapat bernafas dan hidup lebih baik.
Jadi, tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran air merupakan jenis tanaman hidrofit. Beberapa contoh tumbuhan hidrofit yang mudah ditanam dan dirawat yaitu bunga lotus, teratai, dan eceng gondok.
(DLA)
